banner 728x250

Dugaan Pelanggaran izin di JL. Anggrek Jakut Laporkan Aja ke Inspektorat ! “Saya Sudah Serahkan Semua ke Citata”

  • Share

JAKARTA MEDIA, TRANSPARANCY – Inilah potret Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau kini disebut Aparatur Sipil Negara (ASN). Kendatipun sudah disoroti banyak pihak khususnya media masa, Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan selalu “bungkam dan tidak meresponnya. Sumpah dan janji ketika diangkat / menjabat ASN hanya Life serfice”.

Dugaan telah terjadi pelanggaran (IMB) Izin Mendirikan Bangunandi Jl.Anggrek No.37 Rt 002/012, Kelurahan Rawa Badak Utara,  Kecamatan Koja Jakarta Utara. No IMB: 294 / C.37b / 31.72.03.1004.01.062.K.1 / 2.1.785.51/2020.

judul gambar

Mengacu pada aturan maupun Peraturan Daerah No 7 Tahun 2010 tentang Bangunan dan  Gedung. Dugaan pelanggaran antara lain: melanggar GSB/GSJ, Jarak Bebas Belakang hingga izin yang dimiliki adalah 3 Lt namun fakta dilapangan ternyata menjadi 4 Lt. Koefisien Dasar Bangunan (KDB) sebagai area terbuka.

Fakta dilapangan tidak sesuai dengan aturan dan syarat membangun suatu bangunan, seperti Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Garis Sepadan Bangunan (GSB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Garis Sepadan Jalan(GSJ).(2).Pelanggaran terhadap Peraturan Daerah No. 7 tahun  2010 tentang Bangunan Gedung, (3).pelanggaran Perda No.1 Tahun  2012 tentang RTRW 2030, dan (3).pelanggaran Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2014 tentang RDTR dan Peta Zonasi.

Hal tersebut ketika dikonfirmasi kepada penanggung jawab proyek, “Saya sudah serahkan semua ke Citata, (Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan). “kamu cek aja ke Citata, saya tidak mau tahu lagi, laporkan saja ke Inspektorat, “Ujar Pungki dengan ketus.

”Jadwal bongkar sudah keluar, saya kerja sambil menunggu pembongkaran, kamu cek aja ke Citata, karena semua sudah saya serahkan ke Citata. ”Ketusnya. Rabu (17/3/2021) tepat pukul 22:32 Wib.

Akibat adanya surat perintah bongkar dari unit Citata, Pungki selaku penanggung jawab (Pemborong-Red) wajar kecewa, “mungkin saja karena merasa atau sudah memberikan imbalan” ke unit Citata dan tidak mungkin dirinya berani menyuruh “Laporkan aja ke Inspektorat, ” Ujar M. Rizal.

“Dengan adanya pengakuan Pungki selaku pemborong, membuktikan bahwa Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara, patut dipertanyakan”  dan diduga “telah terjadi deal-deal dengan unit Citata.” Ujarnya. “Tegas M Rizal sesuai dengan pengakuan penanggung jawab bangunan.

“Kuat dugaan unit CKTRP telah melakukan standart ganda dilapangan untuk kepentingan pribadi, ”Sumpah Jabatan” yang diucapkan ketika diangkat dan menjabat sebagai PNS hanya “Life service.” Ucap M.Rizal. Selasa.(16/3/2021).

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara, Kusnadi Hadipratikno, saat dihubungi melalui WhatsApp miliknya, tidak memberikan tanggapan.

Untuk itu, kami minta Inspektorat Provinsi DKI Jakarta dan jajarannya, untuk memanggil Suku Dinas CKTRP kota Administrasi Jakarta utara dan juga  pelaksana bangunan di JL. Anggrek,Koja Jakarta Utara, untuk di konfrontir ucapannya supaya diusut tuntas terang benderang, jangan ada dusta diantara kita, ”Terang M. Rizal, kepada beberapa awak media. (Parulian ).

 

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *