banner 728x250

Dugaan Penyerobotan Aset Pemda di Penjaringan Sudah Dilaporkan Kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Utara

  • Share

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY –  Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Cinta Indonesia (LSM GRACIA), telah melaporkan terkait dugaan penyerobotan tanah/ aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Senin (23/11/2020) dengan tanda terima lengkap dengan stempel.

Namun hingga saat ini, tindak lanjut surat Laporan yang dikirim langsung kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Utara belum ditindak lanjuti”. Ujar Ronal S menjelaskan kepada awak media.

judul gambar

Ronal S mengatakan, “dalam waktu dekat ini akan melaporkan langsung kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia, guna untuk menindak lanjuti terkait dugaan penyerobotan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diduga jadi ajang untuk kepentingan pribadi”, Jelas Ronal selaku Ketua Umum LSM GRACIA.

Dugaan penyerobotan aset tersebut berada di JL. Jembatan III Rw 11 (Ruko 25), Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara.

Pasalnya, di atas tanah/lahan milik Pemerintah Provinsi DKI, telah berdiri bangunan Ruko 4 Unit dan 3 Lantai. Diduga kuat ada campur tangan oknum dari Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan hingga ketingkat Kecamatan.

Menurut sumber informasi dilapangan, “bangunan ruko dibangunan diatas tanah/lahan Fasos atau Fasum”. Tidak hanya itu, jarak antara bangunan dengan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi ) milik PLN, dengan tegangan Tinggi), diperkirajkan hanya 7 meter. Jarak aman dari SUTET mestinya 22 meter dari lokasi bangunan”, Ujar sumber dan tidak mau namanya dipublikasikan.

“Patut diduga bangunan tersebut tidak mengantongi IMB (Izin Mendirikan Bangunan) sebagaimana diatur sesuai dengan Peraturan Daerah DKI Jakarta No 7 Tahun 2010 tentang Bangunan dan Gdung”. Namun Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara atau Sektor Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Kecamatan Penjaringan diduga “tutup mata” dan tidak melakukan tupoksinya sesuai dengan aturan.

Hingga berita ini diturunkan, sudah beberapa kali menyurati dan mempertanyakan  Kepala Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Jakarta Utara, Kusnadi Hadipratikno, namun sangat disayangkan yang bersangkutan tidak menjawabnya.

Baca Juga!  https://www.mediatransparancy.com/perda-dki-no-7-tahun-2010-mandul-bangunan-di-jl-kramat-jaya-jakarta-utara-sarat-pelanggaran/

Tidak hanya itu, juga sudah menyampaikan kepada Walikota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko, saat menjabat menjadi Walikota Jakarta Utara. jawaban diterima, “Nanti akan di tindak lanjuti,” Ujarnya menjawab. Jumat (19/11/2020).

Fakta dilapangan, bangunan sudah difungsikan dan membuktikan Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan, tidak melakukan tupoksinya sesuai dengan aturan.  (Parulian / Hisar).

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *