KAB. KARAWANG, MediaTransparancy.com | Dugaan korupsi dalam belanja modal dan pengadaan mesin alat kesehatan (Alkes) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) merupakan tindak pidana serius yang merugikan keuangan negara dan mengancam nyawa pasien. Modus operandi umumnya melibatkan rekayasa proses pengadaan untuk menguntungkan kantong pribadi maupun kelompok yang diuntungkan, seperti yang terendus pada instansi Dinkes Kabupaten Karawang dengan berbagai modus Operandinya.
Beberapa modus yang sering teridentifikasi dalam kasus korupsi pengadaan alkes dan belanja Dinkes meliputi; Rekayasa pengadaan dan belanja barang yang seharusnya transparan, justru dimanipulasi dan merupakan pengadaan fiktif.
Hingga indikasi adanya persekongkolan; ataupun adanya kerja sama tersembunyi antara pejabat berwenang dan pegawai internal. Antara lain, seperti halnya oknum Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun oknum Kepala Bidang, misalnya.
Saat disambangi dikantornya ketika hendak di konfirmasi dan dimintai klarifikasinya, Kadinkes Kabupaten Karawang, Sekdis maupun Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan (SDK), Neni dengan alasan sedang rapat, hingga PPID atau bagian Humas pun tak ada yang muncul.
Ironisnya, justru mewakilkan seorang pegawai idealis (lurus) yang menemui awak media, yakni La Ode Ahmad. Meskipun Ia yang hanya memberikan informasi secara normatif.
“Oh, iya … Makanya tadi saya nanya, baru saja habis Sholat (Dzuhur), saya nanya terkait apa selama substansinya (menyangkut) seputar pekerjaan (job description) saya akan jawab,” ujarnya.
La Ode juga mengungkapkan tidak ada kewenangan atasnya terkait kasus yang hendak dikonfirmasi rekan-rekan media di instansi kantornya (Dinkes) tersebut.
“Tapi ketika pertanyaannya menyangkut hal-hal yang diluar tupoksi saya, nah itu mohon ma’af saya tidak bisa jawab. Tentunya bukan kewenangan saya,” tegas La Ode.
Seperti diketahui, bahwa hasil dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI meliputi indikasi pengadaan fiktif Belanja Modal dan Peralatan Mesin pada tiga Puskesmas di Kabupaten Karawang, yakni Puskesmas Tunggak Jati, Tirtajaya dan Puskesmas Teluk Jambe dengan nilai estimasi anggaran dan nilai realisasi yang sangat fantastis hingga bisa mencapai puluhan miliar rupiah lebih.[]dok-ist./red/@JAG















