Home Berita Terbaru Dusta Terdakwa Tedja Widjaja Terkait Bank Garansi Akan Menyeretnya Kepenjara

Dusta Terdakwa Tedja Widjaja Terkait Bank Garansi Akan Menyeretnya Kepenjara

25
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM –Tedja Widjaja dihadirkan dikursi persidangan atas dugaan pidana penipuan dan penggelapan yang merugikan Yayasan 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA 45) Jakarta hingga milliaran rupiah.“Terdakwa Tedja Widjaja diduga menggelapkan aset Yayasan dengan mengalihkan dan menjual lahan seluas 3, 2 hektare.

Tedja Widjaya didakwa Pasal 263, 378, 372 KUHP, dan Pasal 3, 4, 5 UU-RI No.8 Tahun 2010, dengan ancaman pidana 7 tahun kurungan penjara.

Sidang perkara penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Tedja Widjaja di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara 05/12/18 dengan agenda sidang keterangan saksi.

Kebohongan Terdakwa Tedja Widjaja yang membantah soal Penyerahan dana Rp16.000.000 sebagai biaya operasional dan administrasi untuk membuat Bank Garansi sebagai jaminan pembayaran kepada Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang selama ini tidak di Akui oleh Terdakwa Tedja Widjaja,Ternyata di akui oleh Komisaris PT GRAHA MAHARDIKKA,Rahayu Widianingsih dalam BAP Kepolisian, yang pada saat itu, Saksi Rahayu menjabat sebagai kepala bagian keuangan perusahaan.

Rahayu mengakui telah menyerahkan uang sebesar Rp 16.000.000. kepada saksi Surati/Ani wilujeng dan Bapak Rudyono Darsono sebagai biaya operasional rencana pembuatan Bank Garansi, saksi mengatakan pemberian uang tersebut di ruang Ketua Yayasan atas perintah Terdakwa Tedja Widjaja, yang disertai dengan tanda terima atas penyerahan uang tersebut.

Peristiwa itu di nyatakan dalam BAP penyidikan Polisi Nomor : SP. Dik/1776/VIII/2017/Ditreskrimum pada Tanggal 11 Agustus 2017. Pada saat saksi Rahayu Widianingsih diperiksa sebagai Saksi atas Laporan penipuan dan penggelapan yang di duga di lakukan oleh Tedja Widjaja terhadap Yayasan Universitas 17 Agustusn1945 Jakarta.

Pada persidangan itu majelis menunjukan surat pengakuan hutang kepada saksi. “Saudara saksi, apakah tahu surat ini?” Yang dijawab: “Tahu yang mulia.”

Apakah ada kaitannya dengan perkara ini? Ucap hakim yang dijawab: “Saya tidak tahu yang mulia.”

Lalu apa hubungannya dengan perkara ini? Tanya hakim lagi dan yang dijawab: “Saya tidak mengerti yang Mulia. Saya hanya disuruh untuk menyimpan surat itu oleh bapak Rudyono Darsono.” Jawab Surati.

Hakim sepertinya penasaran dan kembali melontarkan pertanyaan: “Jadi saksi tidak tahu dengan akte pengakuan hutang ini?” Yang dijawab: ‘Tidak yang Mulia.”

Kebohongan demi kebohongan Tedja Widjaja satu persatu mulai Terkuak dan nyata pada Persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, hingga berita ini di turunkan Terdakwa Tedja Widjaja masih belum di tahan oleh Majelis Hakim.

reporter:Nurhadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here