Home Berita Terbaru Eksekusi Pembongkaran Bangunan Warga Bougenville Raya, 6 Mahasiswa Bekasi di Tangkap ?

Eksekusi Pembongkaran Bangunan Warga Bougenville Raya, 6 Mahasiswa Bekasi di Tangkap ?

66
0

KOTA BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Walaupun warga menolak dan mengecam penggusuran, namun dengan didukung aparat gabungan terdiri dari Satpol PP, Polres Metro Bekasi Kota dan Kodim 0507/Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi tetap melaksanakan eksekusi penggusuran. Diperkirakan hampir 100 bangunan rata dengan tanah yang ditempati sekitar 57 KK yang dianggap menempati bangunan liar (Bangli) yang masuk wilayah RT01/RW11 Pulogede, Jalan Bougenville Raya, Jakasampurna Kota Bekasi, Jawa Barat pada, Kamis (25/07/2019) pagi.

Alat berat Eksafator (backhoe) saat menghancurkan bangunan yang ditempati sekitar 57 KK yang dianggap menempati bangunan liar (BangLi) yang masuk wilayah RT01/RW11 Pulogede, Jalan Bougenville Raya, Jakasampurna Kota Bekasi, Jawa Barat pada, Kamis (25/07).dok-istimewa

Insiden bentrokan antara mahasiswa yang mendukung warga dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) demi menolak penggusuran tak bisa dihindarkan, beberapa mahasiswa akhirnya terluka dan ada yang dibawa aparat.

Koordinator lapangan, Muhamad Beni dalam aksi menolak penggusuran terhadap warga di Jalan Bougenvill Raya tersebut, sangat menyesalkan atas tindakan dan sikap represif aparat saat melakukan pengamanan eksekusi.

“Aksi pemukulan yang disertai penangkapan terhadap enam rekan kami mahasiswa PMII di lokasi pembongkaran, di Jaka Sampurna tersebut, sangat menciderai hati kami,” tuturnya.

Benny juga menjelaskan bahwa seperti diketahui, bahwa pada Kamis pagi, 25 Juli 2019 sekitar pukul 09.00 WIB, ada enam orang mahasiswa anggota PMII Kota Bekasi yang diamankan dan sempat dipukul oleh oknum aparat sehingga mereka mengalami luka-luka di lokasi pembongkaran.

“Dan saat ini para mahasiswa, rekan-rekan kami itu diduga sedang ditahan oleh pihak Kepolisian,” ungkapnya.

Adapun Nama-nama 6 orang mahasiswa yang ditangkap dan ditahan tersebut, diantaranya Zainudin, Alumni mahasiswa kampus STIE Tri Buana, Bekasi. Yusril mahasiswa kampus STMIK MIKAR, Bekasi. Rafli mahasiswa kampus STMIK MIKAR, Bekasi. Lintar mahasiswa kampus STMIK MIKAR, Bekasi. Ridho Pradesa, mahasiswa kampus STT MIKAR, Bekasi, dan Basit mahasiswa kampus STMIK MIKAR, Bekasi.

Masih kata Benny, bahwa ia bersama rekan-rekannya sedang mengaktualisasikan salah satu point dalam Tri Dharma Perguruan tinggi, sebagai kewajiban mahasiswa untuk pengabdian kepada masyarakat merujuk Undang Undang Nomor 12 Tahun 2012, Pasal 1 Ayat 9.

“Disini mahasiswa dalam hal mendampingi warga untuk mendapatkan hak-hak hukum dan rasa keadilan. Kami berharap kepada pihak aparat Kepolisian untuk segera membebaskan enam orang sahabat-sahabat kami, yang saat ini ditahan,” harapnya.

Komisioner Mediasi dari Komnas HAM RI, Munafrizal Manan ketika memberikan keterangan Pers-nya terkait eksekusi pembongkaran bangunan warga di Jalan Bougenville Raya RT01/RW11, Jakasampurna Bekasi Barat serta dugaan adanya aksi kekerasan dan penangkapan terhadap mahasiswa PMII saat terjadinya bentrokan, Kamis (25/07).dok-istimewa

Seperti diketahui, Eksekusi Pengusuran tetap dilaksanakan walaupun telah dihimbau secara tertulis oleh Ketua DPRD Kota Bekasi, Tumai. Namun Pemkot Bekasi tetap melaksanakan penggusuran puluhan rumah di RT 01/RW11 Jalan Bougenvile Raya, tersebut.

Dalam suratnya Ketua DPRD Kota Bekasi, Tumai menyarankan agar penggusuran dilakukan secara persuasif untuk menjaga kondusifitas. Dalam surat tersebut disarankan agar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi lebih mengedepankan musyawarah dengan mengundang warga untuk berdiskusi mencari solusi dan jalan damai.

Terpantau mediatransparancy.com, di lokasi penggusuran Komisioner Mediasi dari Komnas HAM, Munafrizal Manan yang juga menyesalkan adanya dugaan tindakan aksi kekerasan terhadap warga serta yang menimpa mahasiswa, pihaknya akan mendalami terkait hal tersebut.[]

Reporter : Ach Zark
Editor   : Hisar S
alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here