Home BERITA TERBARU FASHA BERANG, PROYEK TIDAK SESUAI PERENCANAAN    

FASHA BERANG, PROYEK TIDAK SESUAI PERENCANAAN    

254
0

KOTA JAMBI, MEDIATRANSPARANCY.COM-Walikota Jambi Syarif Fasha kembali melakukan sidak Selasa (16/1). Dirinya mengecek beberapa proyek pembangunan yang dibiayai APBD 2017. Mulai dari proyek drainase, jalan, dan saluran air. Dari sidak tersebut, didapat masih ada beberapa pengerjaan proyek yang dinilai tidak sesuai dengan perencanaan.

Pantauan ada beberapa titik proyek yang ditinjau. Seperi di kawasan Bagan Pete, Pattimura hingga seberang kota Jambi. Fasha terlihat kesal saat meninjau beberapa proyek. Seperti saluran air yang berada di kawasan Balai Benih Ikan di Kawasan Bagan Pete. Ada saluran air yang ditutup sehingga tidak bisa mengalir ke saluran yang lebih besar. Melihat hal tersebut Fasha langsung berang.

“Siapa PPATK nya ini. Siapa pengawas dan kontraktornya ini. Kalau begini, artinya mereka tidak bisa bekerja. Inilah malasnyo kalau sidak ni. Bawaannyo nak marah be,”ujarnya.

Sementara saat sidak di Jalan Pattimura, Fasha melihat ada Manhole drainase yang tidak dibuka. Sehingga dirinya mengalami kesulitan saat akan melihat dan mengecek isi drainase. “Saya minta seluruh manhole harus dibongkar. Rekanan semua harus mengecek dan masuk ke saluran dan mengecek jika ada kayu didalam drainase yang menghalangi aliran air. Ini saya perintahkan untuk semua drainase,”tegasnya.

Saat melihat pengerjaan jalan beton, ternyata ada yang batu batunya sudah keluar. Fasha menilai bahwa hal tersebut bukan kesalahan konstruksi. “Semua pelaksana membeli ready mix yang sudah lolos sesuai SNI. Kemungkinan mobil yang dari ready mix langsung dihampar. Dari kondisi ini saya salahkan pengawas. Saya minta Dinas PU melakukan evaluasi terhadap pengawas konsultan. Begitu juga dengan kontraktor. Kalau kontraktor tidak di black list. Cuma saya minta diperbaiki. Masih ada masa 6 bulan masa perawatan,”ujarnya.

Sementara itu menurut Parti Suandri, Kepala Dinas PUPR Kota Jambi bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pengawas konsultan dan rekanan. “Kita terus melakukan evalasi bahkan ada yang sudah didenda.

Jurnalis: lia

Editor: Romy