banner 728x250

Finalis Abnon 2016 Jakut, Tak Layak Mempromosikan 12 Jalur Destinasi Jakut

  • Share
Foto : Final Abnon tahun 2016 di Jakarta Utara, Abang Buggy Widodo dan Aysha Rachmi dinobatkan sebagai None Jakarta Utara.

Jakarta, Mediatransparancy.com – Dalam mengejar agenda bulan Ramadhan yang jatuh pada hari selasa mendatang sekaligus menyambut HUT Kota Jakarta yang ke 488 tahun, Kasudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Utara menggelar malam final Abang-None 2016 yang di selenggarakan di sebuah hotel mewah di kawasan Kelapa Gading pada kemarin, Jumat (03/06/2016).

Sekitar 15 pasangan Abang-None tahun 2016 di Jakarta Utara tidak semuanya beridentitas warga asli Jakarta Utara, bahkan dari daerah pun boleh diikut sertakan dalam ajang Abang-None 2016 ini.

judul gambar

Melihat kejadian tersebut yang di adakan oleh Kasudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Utara inin justru sangat bertentangan oleh beberapa tokoh masyarakat Jakarta Utara yang di karenakan tidak adanya sosialisasi Abnon kepada masyarakat Jakarta Utara.

Menurut keterangan Nurhendra (55) salah satu tokoh masyarakat di kawasan Kelapa Gading ini disaat di konfirmasi oleh Mediatransparancy.com terkait dengan adanya malam final Abnon Jakarta Utara tahun 2016 mengatakan “Apa itu Abang None ya mas, yang merasa tidak mengetahui kegiatan yang diselenggaran Kasudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakut ini”.

“Saya acara Abang-None saja tidak tahu apalagi pesertanya seperti apa juga tidak tahu, kalau tahun sebelumnya setiap kegiatan walikota selalu ada brosur atau pamflet yang di tempel di setiap Kelurahan ataupun di Kecamatan. Tapi saat ini saya tidak tahu kapan penseleksiannya dan siapa pesertanya”, ujar Nurhendara kepada Mediatransparancy.com.

Dalam acara final Abnon tahun 2016 di Jakarta Utara saat ini di nobatkan sebagai Abang Buggy Widodo dan Aysha Rachmi dinobatkan sebagai None Jakarta Utara.

Penobatan gelar Abang dan None Jakarta Utara ini dilakukan oleh Wakil Ketua TP PKK Jakarta Utara yang juga istri Plt Walikota Jakarta Utara, Ani Wahyu Haryadi dan Sekertaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta, Jeje Nurjaman di hotal Whizz Prime, Kelapa Gading, Jumat (03/06/2016) kemarin  malam.

Dalam kesempatan tersebut semua peserta Abnon yang masuk dalam finalis di harapkan dalam mengembang 12 wisata jalur destinasi yang ada di Jakarta Utara, dimana justru 12 destinasi tersebut saat ini terbengkalaikan oleh Sudin Pariwisata.

Bagaimana bisa 12 jalur Destinasi Jakarta Utara terabaikan oleh Pemkot Jakut seperti salah satunya Menara Miring yang berada di daerah Luar Batang yang di pandang saja saat ini masih berantakan dengan pembongkaran rumah milik warga, Mesjid Kramat Luar Batang (menuju ke lokasi saja saat ini masih was-was karena masyarakat masih trauma melihat kejadian yang anarkis) dan juga Taman Impian Jaya Ancol dimana masyarakat Jakarta Utara jika ingin masuk ke lokasi sudah harus mengeluarkan kocek hingga puluhan ribu rupiah dan jika membawa Keluarga hingga ratusan ribu rupiah.

Jika para Abnon tersebut wajib mempromosikan 12 Jakur Destinasi Jakarta Utara, menurut Panji Setiawan salah satu mantan Aktivis Forkot (Forum Kota) sudah sangat salah, karena pemkot Jakut sendiri belum pernah memberikan kemerdekaan kepada masyarakat Jakarta Utara.

“Berikan kemerdekaan dahulu kepada masyarakat Jakut dengan membebaskan masuk taman Impian Jaya Ancol saja, itu baru boleh para finalis Abnon Jakut untuk mempromosikan dan mengenalkan lebih lanjut 12 Jalur Destinasi”, ujar Panji Setiawan.

Penulis : Aloysius Tedi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *