Home NASIONAL Geprindo Bentengi NKRI Dari Hantaman Asing

Geprindo Bentengi NKRI Dari Hantaman Asing

306
0

Jakarta, Mediatransparancy.com – Dengan semangat Sumpah Pemuda, para pemuda dan pemudi harus bangkit dalam menjaga kedaulatan pribumi dari penjajahan gaya baru asing. Hal itulah yang menjadi dasar didirikannya Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo).  ‎Begitu dikatakan Presiden Geprindo, Bastian P Simanjuntak dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Selasa (1/9).

Bastian P Simanjuntak, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia
Bastian P Simanjuntak, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia

‎Geprindo, lanjut dia, merupakan gerakan ‎untuk membangkitkan dan menyatukan seluruh pribumi Indonesia agar berkontribusi memajukan dengan cara membentengi negara dari upaya asing yang ingin menguasai. Menurut dia, Geprindo telah memproklamirkan hari kebangkitan gerakan pribumi pada 29 Agustus 2015 lalu. Di hari yang sama, menurut Bastian, telah dilakukan pembacaan sumpah yang intinya akan mengangkat pribumi dari keterpurukan, ketertinggalan dan menuju kemenangan.

‎Geprindo juga mendapatkan dukungan dari pengamat ekonomi, Ichsanuddin Noorsy. Kata dia, Geprindo ‎dalam memperjuangkan hak warga pribumi tidak usah takut disebut nasionalisme sempit.  ‎Noorsy tegaskan, gerakan harus dibangun untuk melakukan perlawanan terhadap orang-orang yang menguasai ekonomi kita. Orang-orang tersebut tidak akan memberikan dengan begitu saja namun kita harus melakukan perjuangan.

‎Noorsy juga mengatakan, dana yang tersebar ke masyarakat harus bisa dihimpun oleh Geprindo bedasarkan azas kepercayan untuk memandirikan bidang energi, sehingga bisa lepas dari praktek kartel kolongmerat.‎ Pentolan Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) Ratna Sarumpaet juga ikut bicara. Menurutnya, munculnya berbagai organisasi pribumi dalam waktu yang bersamaan seperti Partai Pribumi, Pribumi Bersatu yang sebenarnya memang harus dilakukan di tengah terhimpitnya pribumi di negerinya sendiri.

‎Ditambahkan Ratna, puluhan ribu buruh Cina yang masuk ke Indonesia merupakan sikap ceroboh Presiden Joko Widodo. ‎ “TNI katanya penjaga kedaulatan rakyat tapi nyatanya kedaulatan kita sudah diinjak-injak, TNI diam saja,” Sesalnya.  ‎Aktivis gaek ini memandang bahwa sistem yang ada sekarang (Politik, ekonomi, pemilu) merupakan sistim yang salah semua. Masalah kesehatan masyarakat mempunyai hak sehat bukan hanya sekedar kartu sehat, nyatanya kartu sehat masih sulit untuk mendapatkan kesehatan. ‎”Tidak perlu demo Ahok, mari kita siapakan penganti Ahok yang mempunyai hati kepada orang kecil, bernuasa kedaulatan dan berkebudayaan,” tandasnya. [hs/red]‎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here