Home BERITA TERBARU Gubernur DKI Jakarta,Anies Baswedan Dinilai Tidak Tegas Dalam Menyikapi Maraknya Reklame Yang...

Gubernur DKI Jakarta,Anies Baswedan Dinilai Tidak Tegas Dalam Menyikapi Maraknya Reklame Yang Diduga Berdiri Tanpa Izin

78
0

Jakarta,mediatransparancy.comPemerintah Provinsi DKI Jakarta di era Anies Baswedan saat ini, Dinilai tidak tegas dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) terkait maraknya Reklame yang berdiri di sejumlah titik di Jakarta yang diduga tidak mengantongi izin.

Saat ini pemasangan Reklame (baliho) terkesan dibiarkan dikawasan strategis yang menjadi sentra bisnis, Seperti dikawasan Roxi Jakarta Pusat, Yang dianggap menjadi surga pemasaran  dengan cara mendirikan Reklame yang diduga tanpa harus Izin terlebih dahulu dari Pemerintah Daerah. Sehingga masyarakat menilai adanya konspirasi atau persekongkolan jahat untuk mendiamkan bedirinya sejumlah Reklame di wilayah DKI Jakarta. Hal itu dikatakan, Samaruddin SH, dalam menyikapi maraknya Reklame yang berdiri di wilayah DKI Jakarta yang diduga tanpa izin.

Maraknya Reklame bisnis yang saat ini berdiri di lima wilayah Jakarta khususnya kawasan Niaga Roxi, menandakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan,Tidak serius dalam melaksanakan penegakan hukum sebagaimana diatur dalam Peraturan daerah Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame. Masyarakat menilai, Bahwa para pelaku usaha dikawasan Roxi tersebut sesukanya memasang atau menempelkan berbagai jenis iklan dalam bentuk Reklame atau sepanduk (baliho).

Pemerintah Pemprov DKI Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Pusat maupun pemerintah tingkat Kelurahan terkesan tutup mata tanpa melakukan tindakan penertiban terhadap Reklame Reklame yang berdiri kokoh tersebut. Hal itu ditengarai adanya kerjasamanya (konspirasi) dengan oknum aparat Pemprov DKI Jakarta, Sehingga bisa aman, ” ujar pemerhati kota, Samaruddin SH.

Reklame yang diduga tanpa izin yang terpampang di pasar kemayoran belum juga diturunkan

Demikian juga Reklame Properti yang terpampang di gedung Pasar Kemayoran, Jakarta Pusat, yang diduga ada permainan dengan aparat setempat. Pasalnya, menurut informasi dari warga setempat, Polisi Pamong Praja Kemayoran sudah pernah mengecek Reklame tersebut ke lokasi, Namun ntah apa yang dibicarakan di dalam kantor pengelola pasar, sehingga nampak jelas reklame tersebut masih terpampang walau diduga tidak mengantongi izin.

Sementara, dibawah jembatan Play’ Over Pesing jalan Daan Mogot Jakarta Barat, juga berdiri Reklame penjualan Rumah mewah. Baliho raksasa yang ditengarai tanpa ijin tersebut menawarkan kemudahan cicilan beli rumah mewah. Masyarakat menduga maraknya Reklame yang berdiri di lahan Fasilitas umum taman dan badan jalan dan tempat umum lainnya, bahkan berdiri di atas rumah atau bangunan masyarakat, menunjukkan kesembrawutan kota Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan, Ujar Samaruddin SH.

Menyikapi menjamurnya pemasangan Reklame di wilayah Jakarta Pusat, Plt Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi, memberikan komentar, “kalo nggak ada ijin kita turunin nanti saya tanya dulu kepada Satpol PP, “ujarnya.

Saat dikonfirmasi melalui aplikasi Whas’App, Manpol PP Kecamatan Kemayoran Nurdin, Hanya Diam seribu bahasa saat diminta tanggapannya terkait maraknya Reklame ilegal di wilayahnya.

Penulis : P. Sianturi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here