Home DAERAH Gubernur Tekankan SP3 Bijak Beradaptasi Untuk Menggerakkan Masyarakat

Gubernur Tekankan SP3 Bijak Beradaptasi Untuk Menggerakkan Masyarakat

227
0

Kota Jambi, Mediatransparancy.com – Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) menekankan supaya Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (SP3) bisa beradaptasi dengan bijak untuk menggerakkan masyarakat dalam pembangunan pedesaan. Hal tersebut disampaikan oleh gubernur dalam Evaluasi Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (SP3) Pendampingan Program Samisake Provinsi Jambi Tahun 2014 dan Peserta Orientasi Program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan Angkatan XXIV Kerjasama Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi Tahun 2014, bertempat di Shang Ratu, Jumat (26/9) siang.

Kepada seluruh peserta SP3, termasuk yang dari provinsi di luar Provinsi Jambi, gubernur menyatakan, jangankan desa yang berbeda provinsi, desa-desa di Provinsi Jambi pun memiliki karakteristik masyarakat secara umum, yang berbeda satu sama lain.

Untuk itu, sangat perlu mempelajari karakter masyarakat setempat secara umum, agar kemudian bisa menggerakkan masyarakat dalam pembangunan, ujar gubernur.

Gubernur menceritakan pengalaman kerjanya saat menjadi camat di Jambi Kecil, Mersam, dan Tembesi, serta berbagai pendekatan kepada masyarakat yang dilakukannya, dengan tujuan untuk mensukseskan program pembangunan di kecamatan yang dipimpinnya.

Gubernur menyatakan, dirinya yakin bahwa SP3 ini memiliki pengetahuan tentang kepemimpinan. “Namun, antara teori dan praktek tidak sama, di lapangan itu lebih banyak seninya, yang harus dikembangkan sendiri. Diperlukan seni kepemimpinan dan pendekatan kepada masyarakat,” jelas gubernur.

“Saya menceritakan ini supaya saudara memiliki wawasan tentang masyarakat, sehingga bisa menggerakkan masyarakat dalam pembangunan,” ungkap gubermur.

“Dari awal, ilmu itu sudah harus kamu miliki sebab proses menggerakkan masyarakat itu tidak gampang. Gerakkanlah apa yang baik bagi masyarakat di pedesaan. Harus turun betul, jangan tanggung-tangggung jika ingin hasil maksimal,” tutur gubernur.

Kemudian, gubernur menyarankan supaya tahun berikutnya, SP3 ini di-change (ditukar), misalnya yang selama ini ditugaskan di Kerinci ditukar ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur, agar tidak monoton.

Selanjutnya, gubernur menjelaskan Program Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake) Pemerintah Provinsi Jambi, yang pada dasarnya dirancang untuk membantu masyarakat sangat miskin.

Gubernur mengungkapkan, dalam tahun kedua pelaksanaan Samisake, mulai banyak laporan bahwa pelaksanaannya kurang efektif, maka dari itu, diadakan SP3 untuk mengawasi pelaksanaan Samisake serta untuk memberikan masukan bagi pemerintah, dalam pelaksanaan pembangunan di desa.

Setelah itu, dalam sesi tanya jawab, gubernur menjelaskan berbagai upaya yang dilakukannya dalam membangun dan memajukan Provinsi Jambi, ditengah berbagai tantangan yang dihadapi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi, Drs.Satria Budhi, MM mengatakan, ada 4 kali evaluasi SP3 Pendampingan Samisake dalam tahun 2014, dan evaluasi ini merupakan evaluasi yang ketiga.

Satria Budhi menyatakan, dalam evaluasi SP3 Pendampingan Samisake ini juga dilakukan orientasi bagi peserta SP3 Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, yakni dari Sumatera Utara 8 orang, dari Kepulauan Riau (Kepri) 5 orang, dan dari Lampung 7 orang.

Dikatakan oleh Satria Budhi, peserta SP3 Kementerian Pemuda dan Olahraga yang berasal dari luar Provinsi Jambi tersebut akan bekerja di desa-desa di dua kabupaten, Kerinci dan Batanghari. (lia/hms).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here