Home News Gubernur Tidak Ingin Lagi Ada Masyarakat Yang Dipasung

Gubernur Tidak Ingin Lagi Ada Masyarakat Yang Dipasung

264
0
Gubernur Jambi HBA saat mengunjungi  Rumah Sakit Jiwa
Gubernur Jambi HBA saat mengunjungi Rumah Sakit Jiwa

DSC_0731

DSC_0762

DSC_0778

DSC_0786

JAMBI TRANSPARANCY.COM – Secara mendadak Gubernur Jambi H.Hasan Basri Agus
(HBA) meninjau Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi,Rabu (19/2). Ternyata kunjungan Gubernur Jambi disebabkan mendengar kabar adanya pasien Rumah Sakit Jiwa dari daerah Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang baru saja mendapat perawatan secara medis maupun psikis, padahal sebelumnya dalam kondisi dipasung.

Merasa prihatin atas nasib dan kondisi masyarakat, dihadapan para wartawan usai
meninjau RSJ Gubernur Jambi HBA menegaskan bahwa dirinya tidak ingin lagi ada
lagi masyarakat yang kena pasung,”Tidak ada lagi masyarakat di Jambi yang
kena pasung, tinggal dibelakang rumah atau dibawah rumah,” tegas HBA.
Keprihatinan orang nomor satu di jajaran Pemerintah Provinsi Jambi tersebut terhadap masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan bukanlah menjadi momok bagi keluarga maupun masyarakat sekitar. Masih adanya masyarakat yang dipasung karena gangguan kejiwaan serta tidak mampunya keluarga untuk mengatasi masalah tersebut, untuk itu Gubernur HBA menghimbau agar segera dibawa ke Rumah Sakit Jiwa. “Masih ada masyarakat yang dipasung, padahal program kita 2014 bebas pasung,” kata HBA.

Diterangkan Gubernur Jambi HBA bahwa program bebas pasung sudah tiga tahun berjalan, kondisi ini tentunya membuat miris terhadap program yang merupakan bagian dari visi dan misi Jambi Emas 2015, setelah beberapa tahun dicanangkan masih ada masyarakat yang belum mengetahui atau memahami program yang diperuntukkan bagi masyarakat di Provinsi Jambi, “Ternyata dilapangan masih ada masyarakat kita yang belum tahu, tidak dapat informasi atau tidak mampu,” ungkap HBA.

Dijelaskan Gubernur, terdapatnya masyarakat yang masih mengalami pasungan karena gangguan mkejiwaan adalah berdasarkan informasi Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan(SP3) yang pada akhir 2013 lalu diperbantukan untuk melakukan pengawasan terhadap program Samisake. “Kedatangan Saya ke Rumah Sakit Jiwa ini adalah melihat pasien yang baru dijemput melalui informasi petugas Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan Samisake ternyata disatu desa ada tiga orang yang dipasung dan dijemput pihak Rumah Sakit Jiwa,” jelas HBA.

Atas peran dan informasi dari SP3 tersebut HBA sangat mengapresiasi kinerja mereka, dan juga diharapkan agar dapat terus memberi informasi demi kemajuan
pembangunan. “Artinya, SP3 yang kita angkat ada manfaatnya, kita harapkan
mengawasi Samisake dan melihat kondisi masyarakat,” harap HBA.

Selanjutnya Gubernur Jambi HBA menyampaikan bahwa selama tiga tahun berjalannya program bebas pasung tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Rumah Sakit Jiwa telah melepas dua ratus orang yang dipasung dan kemudian diberi perawatan, “Sudah tiga tahun program bebas pasung, dua ratus orang yang dibongkar pasungnya dan dibawa ke RSJ,” papar HBA.

Selain itu Gubernur Jambi HBA juga menjelaskan kunjungan ini juga bertujuan melihat kondisi Rumah Sakit Jiwa, “Kita harapkan kedepan peran dan fungsi Rumah Sakit Jiwa kita tingkatkan termasuk penambahan fasilitas yang dibutuhkan dan suatu saat berperan untuk rehabilitasi narkoba,” tutur HBA.

Meninjau ruangan yang ada di Rumah Sakit Jiwa banyak pasien yang mengenali HBA sebagai Gubernur Jambi, mereka sangat antusias bersalaman bahkan bernyanyi didepan HBA yang disambut gelak tawa rombongan.

Pada kesempatan ini Gubernur Jambi HBA juga menyempatkan diri berbincang dengan pasien yang bernama Ihsan yang menginginkan untuk keluar namun kondisinya belum
memungkinkan untuk dilepas ke masyarakat umum, “Nanti kalau sudah sehat
baru boleh pulang,” terang HBA. (Lia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here