banner 728x250

Gus Idris Al-Marbawy: Alhamdulillaah, Klarifikasi Saya Diterima Kyai-Kyai NU!

  • Share

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Persoalan hukum yang menjerat Gus Idris Al-Marbawy  untuk kasus video yang diviralkan di  media sosial YouTube  mulai menemui kejelasan. Gus Idris pun mulai mendapat dukungan dari kyai-kyai NU.  Berikut penjelasannya dari rilis yang dikirim oleh Gus Idris.

Gus Idris Al-Marbawy menyatakan bahwa kasus hukum yang menjeratnya sudah mulai menemui kejelasan, dan  minta didoakan agar dapat berakhir dengan baik. Kebaikannya bukan hanya untuk dirinya  tapi juga untuk  masyarakat, terutama kalangan Nahdliyyin. Gus Idris sudah mendapatkan kejelasan bahwa videona  tentang Nyi Ronggeng ternyata dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjerat dirinya secara hukum. Judul video yang diberikan oleh oknum tersebut adalah tentang penembakan seorang kyai, padahal judul itu bukan dari Gus Idris..

judul gambar

“Karena video tersebut sangat meresahkan warga Nahdliyyin, saya berusaha melakukan silaturrahim untuk melakukan klarifikasi sekaligus minta maaf atas keresahan yang ditimbulkan dari video tersebut ke kyai-kyai dan pengurus NU dari tingkat ranting sampai ke PBNU. Saya  menemui dr. Umar, Ketua PCNU Kabupaten Malang,  Beberapa  hari lalu, saya juga  menemui Ketua PWNU Jawa Timur, KH  Marzuki Mustamar di rumahnya, ditemani istri dan orang tua saya. Bahkan sampai tiga kali  kali saya menemui KH Marzuki Mustamar. Yang lebih mengesankan dengan adanya kasus atas kekhilafan saya ini, Alhamdulillaah, di luar dugaan, Allah mentakdirkan saya bisa silaturrahim, sowan, sungkem ke Romo KH Said Aqil Siroj,  beliau adalah Ketua Umum PBNU sekaligus guru kita sebagai warga NU. Saya diterima satu jam oleh KH Said Aqil Siroj. Dan saya betul-betul bahagia bisa silaturrahim dengan para kyai NU ini, apalagi klarifikasi dan permohonan maaf saya diterima oleh beliau-beliau ini,” ujar Gus Idris.

Gus Idris menegaskan  bahwa dirinya juga bagian dari jam`iyah Nahdlatul Ulama tentu mengumandangan sholawat  An-Nahdliyyah,  menyanyikan Syubbanul Wathon atau Yalal Wathon, dan lain-lain di tempatnya , di pengajiannya, untuk mendapatkan keberkahan. Karena dirinya adalah seorang Nahdliyyin, maka dalam menyelesaikan kasus hukumnya ini, dia juga. menempuh cara-cara sesuai akhlak kaum Nahdlyyin, yaitu melakukan silaturrahim, klarifikasi dan meminta maaf. Dia bertemu dengan Mas Mubarok selaku pelapor di rumah Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar. Dia juga bertemu dengan pelapor di Kantor PCNU Kabupaten Malang, dimediasi oleh dr. Umar dan  disaksikan Pengurus Ranting NU Babadan dan Pengurus MWC NU Ngujum  Namun Gus Idris memang belum mendapat kabar bahwa laporannya di kepolisian sudah dicabut.

Gus Idris menyatakan bahwa kasusnya ini menjadi pelajaran bagi dirinya pribadi.  Semoga ke depan,  dalam berdakwah, dirinya dapat  lebih mengedapankan akhlaqul karimah dan pendidikan secara baik melalui medsos, terutama di channel YouTubenya. [Akmal/*]

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *