Home BERITA TERBARU Hakim PN Jakut Diminta Memberikan Keadilan terhadap Melliana Korban Pemalsuan Tandatangan

Hakim PN Jakut Diminta Memberikan Keadilan terhadap Melliana Korban Pemalsuan Tandatangan

186
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, pimpinan Djuyamto didampingi hakim anggota Taufan Mandala dan Agus Darwanta, yang menyidangkan dan memeriksa berkas perkara pemalsuan data otentik, telah memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan perbuatan terdakwa Hasim Sukamto.

Saksi pelapor Melliana Susilo yang masih suami itu, sudah di mainta keterangannya pada sidang sebelumnya oleh majelis hakim.
Dalam keterangannya dihadapan jaksa penuntut umum Iqram Saputra, dan majelis mengatakan, terdakwa berkali-kali meminta persetujuan tandatangan untuk berkas pengajuan kredit melalui CIMB Niaga, tapi tidak menandatanganinya karena saksi tidak setuju bahwa yang dijaminkan terdakwa ke bank merupakan harta bersama.

Besarnya berkas yang diajukan kredit bank sebesar 23 milliar itu memberikan agunan jaminan rumah. Karena berkas pengajuan bank itu tidak saya tanda tangani sehingga, terdakwa diduga memalsukan tanda tangan saya”, ujarnya.

Saksi mengaku telah diperiksa di Polda Metro Jaya, hasil labfor menunjukkan tanda tangan dan cap jempol saya dalam berkas pengajuan kredit bank tidak identik tandatangan saya. Dalam kejadian itu Melliana meminta majelis hakim supaya memberikan keadilan atas harta bersama yang telah diagunkan terdakwa ke bank senilai 23 miliar”, ujarnya.

Sementara saksi yang juga kaka ipar pelapor
mengatakan, adanya permasalahan ini karena dugaan pemalsuan tanda tangan berkas pengajuan kredit bank yang dilakukan terdakwa. Berkas untuk mengalihkan take over bank dari Bank Camerwelt ke bank CIMB Niaga.

Hal itu dilkukan untuk menyehatkan keuangan perusahaan keluarga PT. Hasti Mustika yang berkantor di jalan Yosudarso Jakarta Utara. Untuk peralihan bank tersebut semua pemegang saham dan isterinya harus membubuhkan tanda tangan, namun saat rapat bersama penandatangan dihadapan Notaris Ahmad Bacumi, saksi Melliana Susilo tidak hadir.

“Saya tidak tau mengapa Melliana tidak hadir saat penandatangganan tersebut”, kata Anita Nur dihadapan majelis hakim.

Terkait jaminan yang diagunkan dalam peralihan bank tersebut menurut saksi merupakan Asset perusahaan bukan asset pribadi. Aset yang dijaminkan sama yakni gudang yang di jln Yos Sudarso dan lahan lainnya, dimana kejadian itu sekitar tahun 2017. Setahu saya uangnya cair dari Bank CIMB Niaga, katanya 17/06. Sebelumnya majelis hakim Djuyamto telah mengingatkan saksi supaya jujur memberikan keterangan. Namun kesaksiannya terkesan tidak jujur sebab sebagai kakak ipar dirinya mengaku tidak menghubungi dan tidak berkomunikasi serta tidak menanyakan sama Melliana pelapor kenapa tidak mau hadir saat penandatangan Notaris.

Sementara kesaksian Hasan Abang nya terdakwa, beberapa kali di peringatan majelis supaya mengatakan yang sejujurnya terkait perkara terdakwa. Menurut saksi, “dirinya tidak mengetahui Melliana Susilo, isterinya terdakwa tidak menandatangani berkas peralihan bank.
Terkait peralihan bank yang diajukan terdakwa
Masih dalam kewajaran.

“Wajar saja karena bunga yang rendah dimana perusahaan ada kesulitan ekonomi, dimana perusahaan tersebut merupakan perusahaan keluarga”, ujarnya.

Kedua saksi suami Isteri tersebut terkesan menutup nutupi perbuatan terdakwa, sebab dihadapan majelis saksi mengaku tidak mengetahui yang tanda tangan berkas pengajuan kredit bank tersebut.

Anehnya, saksi terindikasi menyembunyikan perbuatan terdakwa adiknya itu, tapi mengetahui kredit Bank CIMB sudah cair, ujar Hasan dalam persidangan.

Menyikapi keterangan saksi saksi, baik terdakwa dan penasihat hukumnya Henri Nani dan Rekan tidak memberikan komentary.

Penulis : P.Sianturi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here