Home PENDIDIKAN Hamdan : Kelud artinya Sapu

Hamdan : Kelud artinya Sapu

835
0

Tulungagung Transparancy.com- Gunung Kelud mengalami erupsi lagi sejak Kamis (13/2) malam. Berbagai fenomena alam pun muncul seiring dengan meletusnya salah satu gunung yang dikeramatkan oleh masyarakat Jawa ini.
Fenomena alam ini seperti terlihatnya kilatan cahaya di puncak Gunung Kelud dan menghilangnya Bulan Purnama saat Gunung Kelud meletus. Salah satu warga, Yuzki pun mengaku telah melihat berbagai fenomena alam dan kejadian luar biasa itu dengan mata kepala sendiri.
Ada pun Kecamatan Ngantru, tempat tinggal Yuzki, adalah kecamatan yang berbatasan dengan Kota Blitar dan Kota Kediri. Terkait dengan abu vulkanik di wilayah Tulungagung, jelas Yuzki, ketebalan abunya tidak sampai satu sentimeter. Kondisi pun aman dan lancar.
“Sejak pukul 03.00 WIB, Jumat dini hari (14/2), sudah tidak ada lagi hujan abu di sini, siang pun cuacanya cukup panas,” tutur Yuzki.
Jadi, jelas Yuzki, dari Jumat pagi warga Ngantru, Tulungagung, sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Warga juga mulai membersihkan rumah-rumah mereka dari tumpukan pasir abu vulkanik Gunung Kelud.
Namun, pungkas Yuzki, pasir akibat abu vulkanik Gunung Kelud itu tidak sampai mengganggu aktifitas warga setempat.
Bahkan Menurut Hamdan salah satu tokok Pemuda Tulungagung sejarah Gunung Kelud tak terlepas dari masa Kerajaan Majapahit atau Babat tanah jawa . Kelud dalam arti bahasa Jawa adalah sapu mungkin yang di maksud Gunung Kelud telah menyapu kota Kediri dan sekitarnya. Ini terbukti dalam perkataan seorang legenda atau misteri Gunung Kelud yang bernama LEMBU SURA sebelum dia di kubur oleh PRABU BRAWIJAYA di dalam sumur buatanya di pucuk Gunung Kelud dia berkata Oyoh, wong Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping yoiku. Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung. (Ya, orang Kediri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kediri bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan dan Tulungagung menjadi danau,” sumpah Lembu Suro yang merasa dendam. orang yang mengutuk tadi. “ yah ini sekedar cerita babat jawa , pada masa kerajaan Majapahit dulu mas . Dan belum tentu itu benar sejarahnya “ tegas pria alumni Ponpes Qomarul Hidayah

Lembu Sura legenda Gunung Kelud
Lembu Sura legenda Gunung Kelud

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here