banner 728x250

Hampir Membunuh Ibu dan Anak di Desa Parbuluan, Polres Dairi Amankan MS, LSM Gracia: Kita Apresiasi

  • Share

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY– Ketua Umum  Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA) Hisar Sihotang, sangat mengapresiasi kinerja Polres Dairi dan jajajrannya atas penangkapan  MS (63 tahun), pelaku penganiayaan terhadap korban Sinur Br Nainggolan (53) dan anak perempuanya Citra Riskaya Limbong (24) di Desa Parbuluan III, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. Sumatera Utara, Sabtu, (9/10) tepat pukul 17: 00 WIB.

Hisar mengatakan, bahwa pihaknya akan mengawal kasus tersebut hingga persidangan.

judul gambar

“Kami akan mengawal kasus ini hingga dibawa ke meja persidangan, agar pihak korban mendapatkan rasa keadilan atas tindakan pelaku yang sangat brutal dan tergolong sadis. Sebab para korban adalah tidak lain orang lemah, yaitu seorang ibu renta serta anaknya perempuan,” ujarnya.

Dikatakannya,  LSM GRACIA  berharap kedepan peristiwa seperti ini tidak terulang kembali.

“Marilah kita jadikan ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat lainnya, khususnya masyarakat di Desa Parbuluan Kabupaten Dairi,” ungkapnya.

Hisar menghimbau, jika ada permasalahan ditengah-tengah masyarakat sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan.

” Kalau tidak bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, kita laporkan kepada aparat penegak hukum. Negara kita adalah Negara hukum.  Hukum adalah panglima terdepan, dan bukan main hakim sendiri,” ungkapnya.

Hisar menambahkan, secara khusus pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Komnas Perempuan di Jakarta untuk mengawal dan memantau perkara tersebut.

“Kita akan bersama-sama dengan Komnas Perempuan di Jakarta untuk mengawal dan memantau perkara ini hingga tuntas,” sebutnya.

Seperti yang dituturkan Citra, kejadian tersebut bermula sekitar pukul 17.00 WIB, saat itu dia bersama ibunya sedang bekerja menyemprot sayur kol dengan menggunakan pompa semprot elektrik posisi jarak 5 meter.

Tanpa mereka ketahui, secara tiba-tiba seorang laki-laki berinisial MS (63) langsung menyerang dengan cara mengayungkan parang panjang ke arah pinggang Sinur br Nainggolan.

Beruntung parang panjang milik MS mengenai pompa elektrik yang sedang digendong Sinur hingga pompa elektrik pecah. Sinur pun berteriak histeris minta tolong.

Melihat kejadian itu, anaknya Citra Riskaya Limbong langsung berlari berteriak histeris menolong ibunya. Ia juga turut jadi korban penganiayaan tebasan parang MS secara berulang-ulang hingga keduanya tergeletak tidak berdaya dan tangannya mengalami luka dan patah tulang.

Lanjut Citra Riskaya Limbong, dirinya tidak lagi diketahui apa yang terjadi karena keduanya sudah tidak berdaya.

Tiba-tiba sejumlah warga dan Kepala Desa Parbuluan III,  Jones Pandiangan sudah berada di lokasi dan oleh Kepala Desa Parbuluan langsung membawa kedua korban ke Puskesmas Sigalingging untuk mendapat perawatan.

Malam harinya,  Sabtu (9/10) kedua korban penganiayaan, Citra Riskaya Limbong dan Sinur Br Nainggolan didampingi keluarga, pergi berobat ke Puskesmas terdekat dan selanjut pergi melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Dairi dengan bukti Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STPL/B/244//IX/2021/SPKT/RES DAIRI/POLDASU.

Dugaan sementara, motif terjadinya penyerangan tersebut terkait perbatasan tanah kebon (patok-red) yang diduga digeser oleh MS.

Sebelumnya perselisihan yang diakibatkan terjadinya penggeseran patok ini telah terjadi, namun berakhir dengan perdamaian karena pelaku yang menggeser patok berjanji tidak akan melakukan penggeseran patok tersebut.

Namun, merasa tidak puas, MS kembali menggeser patok tersebut hingga terjadilah “rencana” pembunuhan tersebut. Parulian

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *