banner 728x250

Hampir Seluruh Paket Kegiatan Dikuasai Oknum Dewan Kebon Sirih, LSM GRACIA Desak Heru Budi Hartono Copot Kadis Gulkarmat DKI

judul gambar

JAKARTA, MediaTransparancy.com – Hampir seluruh proyek strategis Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta terindikasi dikuasai oleh beberapa Anggota DPRD DKI berinisial I, K dan M.

Hal tersebut disampaikan sumber terpercaya MediaTransparancy.com di lingkungan DPRD DKI, beberapa waktu lalu.

judul gambar

Dikatakannya, modus yang dilakukan ketiga oknum anggota dewan tersebut dengan bersekongkol dengan rekanan atau pengusaha yang sudah biasa main proyek di Dinas Gulkarmat DKI.

“Hampir semua proyek strategis di Dinas Gulkarmat DKI dikuasai oleh ketiga oknum dewan tersebut yang dijalankan melalui persekongkolan tiga serangkai. Ada oknum anggota dewan, pengusaha dan pejabat Dinas Gulkarmat DKI,” ujarnya.

Dikatakannya, pada tahun anggaran 2023 ketiga oknum anggota dewan ini menguasai alokasi anggaran untuk kegiatan, diantaranya:

1. Pengadaan 15 Unit Pompa 2.500 Liter.

2. Pengadaan 10 Unit Pompa 4.000 Liter.

3. Pengadaan 5 Unit Pompa 10.000 Liter.

4. Pengadaan 6 Unit Smoke Removal.

5. Pengadaan 1 Unit Multi Purpose Truck.

6. Pengadaan 1 Unit Fire Rescue Truck.

7. Pengadaan 2 Unit Mobil Jeep / SUV.

8. Pengadaan 1 Unit Tangki BBM 3.000 Liter.

“Keseluruhan paket pekerjaan tersebut diperkirakan memiliki anggaran sekitar Rp 164.448.357.474,” ungkapnya.

Disampaikannya, upaya yang dilakukan untuk memuluskan langkah menguasai proyek tersebut oleh ketiga oknum anggota dewan dimulai dari pengawalan anggaran oleh dinas ke Dewan. Hal ini dilakukan untuk memastikan anggaran tersebut disetujui DPRD.

“Modusnya sederhana dan agak sedikit susah terdeteksi. Kesepakatan telah dimulai pada saat penganggaran, hingga proses pelaksnaan,” sebutnya.

Dikatakannya, bahwa perusahaan yang mengerjakan proyek strategis di Dinas Gulkarmat DKI sudah ketahuan dari tahun ke tahun,” paparnya.

Sistem e-katalog ini jadi satu jalan by pass memuluskan target penguasaan proyek proyek tersebut karena kewenangan penunjukan ada di Kepala Dinas, tidak melalui BPBJ (Badan Pengadaan Barang dan Jasa) di LPSE.

Salah seorang dewan Kebon Sirih dengan salah satu inisial yang disampaikan ketika dikonfirmasi MediaTransparancy.com lebih memilih diam.

Hal yang sama juga dipertontonkan Kadis Gulkarmat DKI, Satriadi.

Menanggapi dugaan persekongkolan dalam pelaksanaan pekerjaan proyek strategis Dinas Gulkarmat DKI, Sekjen LSM Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA), Hisar Sihotang yang dimintai komentarnya berujar, bahwa E-Katalog di Pemprov DKI Jakarta adalah KKN gaya baru.

“E-Katalog merupakan KKN gaya baru yang dilaksanakan Pemprov DKI saat ini. Siapa pun bisa mendapatkan proyek asal perushaan dan produk terdaftar, lainnya adalah pendekatan,” ujarnya.

Dikatakannya, sistem inilah yang dimanfaatkan oknum dewan Kebon Sirih untuk menguasai seluruh proyek strategis Dinas Gulkarmat DKI.

“Mereka telah melakukan persekongkolan dari awal proses penganggaran hingga pelaksanaan,” sebutnya.

Hisar menyebut, bahwa seluruh anggaran untuk proyek strategis Dinas Gulkarmat DKI bersumber dari masyarakat Jakarta, tapi oleh Kadis Gulkarmat DKI hanya dinikmati segelintir orang.

“Kepala Dinas Gulkarmat DKI memberikan seluruh proyek strategis Dinas Gulkarmat kepada segelintir perusahaan binaan oknum anggota DPRD DKI, padahal sumber anggarannya dari masyarakat Jakarta secara menyeluruh. Ini bentuk arogansi seorang pemimpin. Kita minta Pj Gubernur melakukan evaluasi untuk mencopot Satriadi sebagai Kadis Gulkarmat DKI,” terangnya.

Penulis: Redaksi

judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published.