banner 728x250

Hasil Audit Korupsi Bansos Dari Inspektorat Sumut Berbeda Dengan Penyidik, Kejari Samosir Tunjuk Akuntan Publik Audit Ulang

  • Share

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Samosir, terpaksa menunjuk Akuntan Publik untuk mengaudit kembali hasil audit dari Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, atas kerugian keuangan Negara kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) yang terjadi di Kabupaten Samosir.

Sebelumnya penyidik Kejaksaan Negeri Samosir telah berkoordinasi dengan Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, untuk melakukan penghitungan (Audit) kerugian keuangan negara atas penggunaan anggaran dana Bansos untuk penanggulangan Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19) tahun 2020, bagi warga Kabupaten Samosir.

judul gambar

Anggaran untuk pengadaan makanan bervitamin bernilai miliaran rupiah itu, diduga dikorupsi dua tersangka, yakni tersangka Jabiat Sagala, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Samosir dan tersangka Plt Kepala Dinas Perhubungan Samosir tersangka Sardo Sirumapea. Ditengarai kedua pejabat itu dipersangkakan menghilangkan uang anggaran Bansos dengan menggunakan wewenang dan jabatannya, untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain.

Namun, menurut keterangan humas Kejaksaan Negeri Samosir, Tulus Tampubolon SH, mengatakan, hasil Audit yang dilakukan Inspektorat Provinsi Sumatera Utara itu, beda pendapat dengan penyidik. setelah diperiksa dan diteliti penyidik menilai kurang pas atau tidak bersesuaian dan sangat jauh berbeda dengan temuan penyidik Kejaksaan Negeri Samosir.

Sehingga untuk mensinkronkan hasil penyidikan dengan temuan korupsi yang dilakukan kedua tersangka maka, penyidik membuat secen opini dengan menunjuk Akuntan Publik swasta untuk memeriksa kembali atau mengaudit kembali kerugian negara dalam perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani penyidik Kejaksaan Negeri Samosir. Hal itu dikatakan humas Kejaksaan Negeri Samosir, Tulus Tampubolon SH, pada Media ini Sabtu 12/6/2021.

Menurut Tulus, setelah penyidik Kejaksaan Negeri Samosir melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap hasil audit dari Inspektorat Provinsi Sumatera itu, terlalu signifikan perbedaannya sehingga penyidik membuat scen opini untuk memperkuat hasil penyidikannya atas unsur unsur kerugian keuangan negara dalam korupsi Bansos di Kabupaten Samosir tersebut”, ucapnya.

Tulus Tampubolon, yang juga sebagai Kasi Intelijen di Kejaksaan Negeri Samosir itu menyampaikan, supaya masyarakat bersabar menunggu hasil pemeriksaan dan penyidikan yang dilakukan penyidik atas perkara korupsi yang dilakukan Sekda dan Kadis Perhubungan Kabupaten Samosir.

“Saat ini tim penyidik masih tetap memeriksa dan mendalami berkas perkara korupsi Bansos tersebut. demi kepastian hukum kedua tersangka, diminta masyarakat bersabar supaya penyidik bisa konsentrasi menyelesaikan penanganan kasus tersebut dengan cepat dan tepat waktu”, ujarnya.

Untuk diketahui, pada bulan Februari lalu penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Samosir, telah menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Samosir, Jabiat Sagala dan Sardo Sirumapea sebagai tersangka.

Jabiat Sagala dan tersangka Sardo dianggap bertanggungjawab atas penggunaan dana Bansos untuk pembelian makanan bervitamin sebanyak 6 ribu bungkus bagi warga Kabupaten Samosir. Sehingga pihak Kejaksaan menetapkan tersangka dengan pasal pidana korupsi. Kedua tersangka sebagai penyelenggara negara dipersangkakan mengkorupsi dana Covid-19, tahun Anggara 2020.

Sebelumnya, terkait audit atau pemeriksaan kerugian keuangan negara atas kasus dana Bansos tersebut, Lasro Marbun, Kepala Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, mengatakan, pihaknya sudah selesai melakukan pemeriksaan dan menyerahkan hasil perhitungan atau audit atas kerugian keuangan negara dalam perkara dugaan korupsi Bansos tersebut. Hasilnya sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Samosir, kata Lasro Marbun, pada 4/6/2021 lalu.

Namun hasil audit yang dilakukan pihak Inspektorat itu diduga tidak akurat alias asal asalan, sehingga penyidik melakukan scen opini dengan menunjuk Akuntan Publik untuk mengaudit kembali kerugian keuangan Negara dalam kasus dana Bansos tersebut.

Penulis : P. Sianturi
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *