Home DAERAH HET Elpiji Perlu Ditetapkan Di Kota Subulussalam

HET Elpiji Perlu Ditetapkan Di Kota Subulussalam

289
0

Subulussalam, Transparancy.com – Elpiji tabung 3 kg adalah milik rakyat yang disubsidi oleh pemerintah serta dilindungi oleh pemerintah di negri ini, maka dalam hal ini perlu pengawasan serius oleh pemerintah daerah, termasuk penyaluran dan juga harga eceran tertinggi (HET). Dipropinsi Aceh, HET elpiji telah diatur melalui keputusan Gubernur, maka dalam hal ini Pemda seluruhnya perlu juga turut melakukan pengawasan dan control agar penyaluran elpiji ini tepat sasaran sesuai dengan aturan yang berlaku.

Surat Gubernur Aceh dengan nomor 541/20/2014, jelas mengatur harga serta pendistribusian elpiji 3 kg dalam Provinsi Aceh, yang berada jarak radius 60 km dari depot LPG pertamina atau SPPBE dikenakan harga sebesar Rp.16.000 dengan rincian sebagai berikut:

  1. Rp 1850, jadi jumlah Rp14000.
  2. HET LPG Harga LPG 3 kg SPPBE tambah PPN 10%, Rp 11500, keuntungan agen Rp 600, transportasi 3 kg agen ke Pangkalan/Penyalur  Rp 14000, tambah keuntungan pangkalan Rp2000  jadi jumlah Rp 16000.

Dalam hal ini diberi wewenang kepada Bupati/Walikota untuk menetapkankanya, HET elpiji 3 kg untuk kota dan kecamatan yang diluar radius 60 km dari SPPBE dengan pertimbangan secara wajar. Ditegaskan bahwa para pengcer harus menempelkan harga eceran tertinggi (HET) agar diketahui oleh masyarakat/konsumen.

Untuk menyikapi hal ini di kota Subulussalam, belum tertangani dengan serius oleh pemerintah daerah yang akibatnya harga jual elpiji 3 kg terlalu jauh dari HET sesuai surat Gubernur Aceh.

Saat awak wartawan media ini mengkonfirmasi kepada perwakilan agen di Subulussalam, Harman salah satu agen elpiji mengaku bahwa harga yang dijual dipangkalan untuk agen kios pengecer Rp. 18.500  dan untuk masyarakat Rp 20.000. Selain itu ada beberapa kios pengecer elpiji  menjual kemasyarakat dengan harga berpariasi, ada yang Rp, 25.000, ada juga Rp 23.000, hal ini membuat masyarakat bigung serta memberatkan.

Diharapkan dalam hal ini Pemko Subulussalam tak boleh apatis, tak mau tahu dengan keluhan masyarakat dan harga HET elpiji perlu ditetapkan agar masyarakat merasa diperhatikan.

Menurut Kabag Ekonomi dan Kadis Perindag kota Subulussalam, Asrul, beliau berjanji akan turun langsung kelapangan melihat kebenaran harga elpiji tersebut.(Saran).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here