banner 728x250

Hutan Lindung Tele Lagi Marak Digarap Para Mafia Tanah

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Beberapa Tahun terakhir ini. Hutan lindung Tele yang berada sejajar di Perbukitan Bukit Barisan Sumatera tepatnya di kecamatan Harian Boho Kabupaten Samosir, sedang marak penggarapan dilakukan yang diduga keras Mafia tanah, ironisnya para pihak berkompeten “Tutup Mata”.

Hal ini sesuai pantauan Awak Media Jumat (18/12) dilapangan saat bincang-bincang dengan warga yang tidak mau disebut namanya demi menjaga keselamatanya, akan tetapi yang mengherankan disini para pihak yang berkompeten terkusus Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Samosir sepertinya mampu tutup mata atau melakukan pembiaran.

judul gambar

Menurut pengakuan Warga masyarakat setempat yang tidak mau disebut namanya kepada awak MEDIA TRANSPARANCY, bahwa mereka sudah pernah mengadukan ini kepada pihak yang berwajib, yaitu Tertanggal 1oktober 2020 lalu ,langsung surat ditujukan kepada Polres Samosir, namun hingga kini terduga Si-pelaku sampai sekarang tidak ada sanksi apa-apa dari pihak Dinas Kehutanan atau dari pihak Penegak hukum tuturnya kepada wartawan.

Melihat ini semua, kami duga ada kongkalikong atau kerjasama dengan pihak kehutanan Sektor Tele Samosir UPTD Dolok Sanggul, terang mereka.

Disini kami wajar menduga bahwa pihak berkompeten besar kemungkinan telah pengajari atau memberikan solusi kepada si pelaku dengan berbagai hal methode, seperti contoh isu disini sipelaku sempat mengumpulkan poto copy ktp para penduduk Desa Partungko Naginjang.

Supaya atas kegiatan yang merusak hutan lindung yang kita rasa perbuatan fatal yang atau mengerikan ini, menjadi bersifat kelompok Tani Hutan, modus menguasai hutan zaman sekarang.

Adapun Luas lahan yang rusak parah kami perkirakan tersebut kurang lebih 10 hektar, Nah ini tidak bisa ditutupi sesuai fakta lapangan, dan ini masalah Aset Negara yang sudah dirusaki dan kenapa masalah ini belum dapat kepastian hukum hingga detik ini, kami jadi bingung tutur warga.

Sebagai tambahan, perlu juga diketahui Lokasi Hutan Lindung yang terletak di Desa Partungko Naginjang adalah sebagai penyangga dalam ekosistem Danau Toba yang perlu kita rawat, dan bila kita tidak cegah saat ini, dapat mengakibatkan fatal terjadi banjir bandang, Pungkas warga.

Jadi bila ini tetap tidak diproses besar dugaan kami masyarakat adanya mengalir sesuatu kepada pihak-pihak yang berkompeten, sesuai dengan bukti yang ada di lahan tersebut adalah mata air, ada Tanaman Reboisasi yang ditanami pihak kehutanan waktu itu.

Tapi sudah habis digarap serta paling nyata pernyataan pihak kehutanan Samosir baru-baru ini dari Rayon Kehutanan Dolok Sanggul menyatakan setelah di cek TKP (TKP) mengatakan bahwa itu merupakan” HUTAN LINDUNG” yang harus dilindungi, akhirinya warga.

  1. Berikut Laporan Pengaduan Masyarakat kepda Kapolres SamosirPartungko Naginjang, 1 Oktober 2020
    Kepada Yth:
    KEPALA KEPOLISIAN RESOR SAMOSIR (KAPOLRES SAMOSIR)
    Jalan Danau Toba No. 3, Pangururan – Samosir, Sumatera Utara                            PERIHAL: LAPORAN/PENGADUAN MASYARAKAT
    Dengan hormat,
    Kami selaku warga/masyarakat  Banaera Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian Boho Kabupaten Samosir  Provinsi Sumatera Utara, untuk melakukan pengaduan dugaan tindak pidana pembalakan liar dan/atau perusakan Hutan Lindung yang terletak  di Desa Partungko Naginjang,Untuk selanjutnya disebut __________ “PENGADU”___________                                                                              Bahwa PENGADU dengan ini mengajukan pengaduan adanya dugaan tindak pidana pembalakan liar dan/atau perusakan Hutan Lindung di Desa Partungko Naginjang yang diduga dilakukan oleh:
    Nama : GORMAN SINAGA
    Alamat : Baneara Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian Boho Kabupaten Samosir Sumatera Utara 22391.
    Untuk selanjutnya disebut ______________________“TERADU”___________________Bahwa adapun alasan-alasan dan pokok pengaduan ini adalah sebagai berikut :
    1. Bahwa PENGADU adalah warga/masyarakat Banaera Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian Boho Kabupaten Samosir  Provinsi Sumatera Utara berhak atas lingkungan yang baik dan sehat sebagaimana di amanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan;
  2. Bahwa PENGADU telah mengajukan pengaduan adanya dugaan tindak pidana pembalakan liar dan/atau perusakan Hutan Lindung yang terletak di Desa Partungko Naginjang kepada Dinas Kehutanan Samosir pada tanggal 27 Sepetember 2020, namun hingga saat ini belum ada tanggapan sama sekali atau menindaklanjuti pengaduan tersebut;
  3. Bahwa tindakan yang dilakukan oleh TERADU menunjukkan sikap yang sangat rakus, dimana TERADU melakukan pembalakan liar dan/atau perusakan Hutan Lindung yang terletak di Desa Partungko Naginjang sekitar kurang lebih 10 Ha;
  4. Bahwa PENGADU memiliki bukti-bukti sebagai dasar pengaduan terkait adanya dugaan tindak pidana pembalakan liar dan/atau perusakan Hutan Lindung yang terletak di Desa Partungko Naginjang yang dilakukan oleh TERADU berupa foto-foto dan video (terlampir);
  5. Bahwa pembalakan liar dan/atau perusakan Hutan Lindung yang terletak di Desa Partungko Naginjang yang dilakukan oleh TERADU hanya untuk kepentingan dan keuntungan sendiri tanpa memikirkan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat khususnya masyarakat di Desa Partungko Naginjang;
  6. Bahwa GORMAN SINAGA selaku TERADU merupakan Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Partungko Naginjang telah menyalahgunakan wewenangnya dimana seharusnya pengurus pemerintahan desa sebagai garda terdepan untuk mengurus, merawat, menjaga hutan dan mencegah kerusakan hutan;
  7. Bahwa TERADU merupakan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Harian, dimana seharusnya TERADU sebagai contoh di masyarakat, menunjukkan sikap berpihak kepada masyarakat, merangkul masyarakat, mempertahankan hak masyarakat. Namun, sebaliknya TERADU merampas dan merampok hak lingkungan yang sehat dan baik masyarakat Desa Partungko Naginjang secara terang-terangan;
  8. Bahwa atas tindakan yang dilakukan oleh TERADU, sepatutnya tidak layak mengemban jabatan tersebut baik sebagai Ketua Badan Perwakilan  Desa (BPD) Partungko Naginjang maupun Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Harian;
  9. Bahwa PENGADU khawatir atas pembalakan liar dan/atau perusakan Hutan Lindung yang dilakukan TERADU akan menyebabkan terjadi krisis iklim dan pencemaran sumber air bagi masyarakat luas dimasa yang akan datang;
  10. Bahwa Hutan Lindung yang terletak di Desa Partungko Naginjang merupakan salah satu penyanggah kawasan Geopark Samosir;
  11. Bahwa Kami selaku warga/masyarakat Banaera Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian Boho Kabupaten Samosir  Provinsi Sumatera Utara mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menjaga kelestarian Hutang Lindung dan mencegah kerusakan Hutan Lindung sebagaimana di amanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan;
  12. Bahwa, Kami PENGADU selaku selaku warga/masyarakat  Banaera Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian Boho Kabupaten Samosir  Provinsi Sumatera Utara, sangat tidak terima hak Kami dan hak anak cucu Kami dirampas oleh TERADU hanya untuk kepentingan dan keuntungan pribadi TERADU;
  13. Oleh karena itu, berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas maka melalui Surat Pengaduan ini, PENGADU memohon dengan hormat kepada Bapak Kepala Kepolisian Resor Samosir (Kapolres Samosir) untuk menindaklanjuti perihal tersebut di atas menurut ketentuan hukum yang berlaku. Oleh karenanya juga, PENGADU meminta dengan hormat kepada Bapak Kepala Kepolisian Resor Samosir (Kapolres Samosir) maupun jajaran Kepolisian Resor Samosir melakukan tindakan cepat untuk melihat/meninjau langsung pokok permasalahan ini guna mencari dan/atau menemukan unsur-unsur tindak pidana yang PENGADU duga dilakukan oleh TERADU secara sadar dan tanpa hak telah merugikan PENGADU serta mencegah dan/atau menghindari  perusakan Hutan Lindung yang terletak  di Desa Partungko Naginjang lebih luas lagi.
Demikianlah surat pengaduan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kebijakan Bapak Kapolres Samosir kami ucapkan terimakasih.

Hormat Kami,
PENGADU

Warga/Masyarakat  Banaera Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian Boho Kabupaten Samosir  Provinsi Sumatera Utara

Tembusan Yth:

  • Sekretariat Penanganan Pengaduan Kasus-Kasus Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK Republik Indonesia
  • Kapolda Sumatera Utara
  • Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Utara
  • Bupati Kabupaten Samosir
  • Ketua DPRD Kabupate Samosir
  • Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Samosir
  • Arsip

Penulis: HTSG

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *