banner 728x250

Hutan Tele Jangan Diperjualbelikan

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Hutan lindung Sektor Tele yang terletak di Kecamatan Harian Boho, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara,  dilarang diperjualbelikan. Bila ada oknum ditemukan mencoba memperjualbelikan atau menyewakan kawasan Hutan Lindung Tele kepada masyarakat akan mendapat tindakan tegas dari Pihak Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara.

Hal ini dikatakan Bernad Purba,  Kepala KPH XIII Dolok Sanggul ketika dikonfirmasi, Senin (15/2) via telepon selulernya.

judul gambar

“Kami akan lakukan tindakan secara tegas, atau melaporkan kepada kepenegak hukum,” ujarnya.

Dikatakannya, di daerah Desa Partukko Naginjang ada kelompok petani hutan binaan dari dinas kehutanan.  “Kelompok petani hutan tidak boleh menjual atau menyewakan kawasan hutan tersebut dan itu jelas kita bina dan memiliki izin,” ungkapnya.

Ketika ditanya perihal pengaduan warga Desa Partukko Naginjang kepada pihak Polres Samosir baru-baru ini, Bernard Purba mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengecekan.

“Hal itu telah ditangani pihak Polres Samosir dan kami waktu itu telah cek TKP. Jadi kita tunggu saja proses penegak hukum dalam menyelidiki kasus tersebut,” terangnya.

Diduga ada upaya   pembalakan liar di kawasan Hutan Lindung Tele, tepatnya di Kecamatan Harian Boho, Kabupaten Samosir, yang dilakukan oleh aktor para oknum mafia tanah.

Menurut pengakuan warga, mereka melaporkan permasalahan tersebut ke pihak Polres Samosir.

“Kita telah melaporkan permasalahan ini ke aparat hukum terkait,” kata warga sambil  memunjukkan bukti pengaduan tertulis mereka kepada  Polres Samosir.

Data yang diperoleh Media Transparancy, pengaduan warga Partukko Naginjang dilakukan  tertanggal 1 Oktober 2020. Surat tersebut langsung ditujukan kepada Polres samosir.  Namun menurut keterangan warga, kasus tersebut hingga kini tidak ada kejelasan.

Kapolres Samosir melalui Kasat Reskrim, AKP Suhartono yang dikonfirmasi membenarkan adanya surat warga Partukko Naginjang.

“Memang benar kita sudah menerima pengaduan warga masyarakat Desa Partukko Naginjang tentang penebangan kayu di kawasan Hutan Tele dan pengarapan lahan,  namun  kita masih mendalami kasus ini lebih lanjut,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya masih banyak melakukan tahapan yang harus dilakukan dalam mengunkap kasus ini.

“Kita masih mengundang para pihak-pihak terkait dalam kasus ini. Kemudian setelah selesai baru kita lakukan gelar dalam rangka mendudukkan permasalahan tersebut,” terangnya.

“Saya berharap kepada Warga yang mengadukan dugaan pembalakan liar ini atau dugaan para mafia tanah ini,bersabar. Yang pasti akan kita lanjuti hingga clear masalahnya,” papar Suhartono. (Hatoguan Sitanggang)

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *