banner 728x250

Ibu dan Anak Hampir Dibunuh Menggunakan Parang, LSM: Polisi Harus Usut

  • Share

DAIRI, MEDIA TRANSPARANCY – Sinur Boru Nainggolan (53) dan anak perempunnya Citra Riskaya Limbong (24) mendapat perlakuan sadis  dari seorang pria berinisial MS (63). Ibu anak itu diserang MS dengan menggunakan sebilah parang panjang saat sedang menyemprot sayur kol di ladangnya.

Kejadian penyerangan itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB Sabtu (9/121) di perladangan milik Sinur br Nainggolan di Dusun Barisan Nainggolan, Desa Parbuluan III,  Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi,  Sumatera Utara.

judul gambar

Akibat kejadian tersebut, tangan kiri Citra Riskaya Limbong mengalami patah tulang, sementara ibunya, Sinur Nainggolan mengalami badan memar.

Citra Riskaya Limbong meceritakan kronologis kejadian penganiayaan yang mereka alami bersama ibu kandungnya di rumahnya, Minggu (10/10).

Menurut Citra, sekira pukul 17.00 WIB, saat itu dia bersama ibunya sedang bekerja menyemprot sayur kol dengan menggunakan pompa semprot elektrik posisi jarak 5 meter.

Tanpa mereka ketahui, secara tiba-tiba seorang laki-laki berinisial MS (63) langsung menyerang dengan cara mengayungkan parang panjang ke arah pinggang Sinur br Nainggolan.

Beruntung parang panjang milik MS mengenai pompa elektrik yang sedang digendong Sinur hingga pompa elektrik pecah. Sinur pun berteriak histeris minta tolong.

Melihat kejadian itu, anaknya Citra Riskaya Limbong langsung berlari berteriak histeris menolong ibunya. Ia juga turut jadi korban penganiayaan tebasan parang MS secara berulang-ulang hingga keduanya tergeletak tidak berdaya dan tangannya mengalami luka dan patah tulang.

Lanjut Citra Riskaya Limbong, dirinya tidak lagi diketahui apa yang terjadi karena keduanya sudah tidak berdaya.

Tiba-tiba sejumlah warga dan Kepala Desa Parbuluan III,  Jones Pandiangan sudah berada di lokasi dan oleh Kepala Desa Parbuluan langsung membawa kedua korban ke Puskesmas Sigalingging untuk mendapat perawatan.

Atas musibah yang menimpa mereka, malam harinya,  Sabtu (9/10),  kedua korban penganiayaan Citra Riskaya Limbong dan Sinur br Nainggolan didampingi keluarga membuat laporan ke Makopolres Dairi.

Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman, SH, S.I.K, M.M melalui Kasi Humas, Iptu Doni Saleh yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya, Minggu (10/10) menyebutkan belum mengetahui informasi tersebut.

Sekjen LSM Gerakan Cinta Entitas Indonesia (Graceindo), Anggiat yang dimintai komentarnya seputar kejadian penganiayaan tersebut mengatakan harus dilakukan proses hukum.

“Republik ini bukan harta pribadi, sehingga sesuka hatinya ingin membunuh orang. Apapun motifnya, negara ini adalah negara hukum, bukan negara bar-bar, yang sesuka hatinya menebas orang,” ujarnya.

Dikatakannya, pihak Kepolisian Dairi harus melakukan pengusutan secara menyeluruh atas kejadian yang hampir merenggut nyawa tersebut.

“Polisi harus benar-benar usut masalah ini hingga tuntas. Pelaku harus menpertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” tegasnya. Sitanggang

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *