banner 728x250

Imigrasi Langsa Ikuti Rakor Pimpinan Tinggi Imigrasi Tahun 2026

Ket. Fhoto : Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, Indra Sakti Suhermansyah, AM.d. IM. SH. MH. Ketika Mengikuti Pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan Tinggi Imigrasi Tahun 2026 Secara Daring, Kamis, 22 Januari 2026.
judul gambar

KOTA LANGSA, mediatransparancy.com – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa, Kanwil Ditjenpas Aceh, Indra Sakti Suhermansyah beserta jajaran pejabat struktural mengikuti upacara pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Tinggi Imigrasi secara daring pada Kamis, 22 Januari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Imigrasi (HBI) ke-76, Acara yang dipusatkan di Kampus Utama Politeknik Pengayoman Indonesia (POLTEKPIN), Tangerang, dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim.

judul gambar
Ket. Fhoto : Jajaran Imigrasi Kelas II TPI Langsa Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh Ikuti Pembukaan Rapat Kordinasi Pimpinan Tinggi Imigrasi Tahun 2026 Via Daring. (Doc. Transparansi Aceh)

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Imigrasi di Indonesia, termasuk Kanim Kelas II TPI Langsa, Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, hadir guna memahami Rencana Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk tahun anggaran 2026.

​Jajaran Kanim Kelas II TPI Langsa, Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, menyimak dengan seksama pemaparan mengenai lima target rencana aksi konkret yang akan menjadi fokus utama di tahun 2026. Fokus pertama adalah penguatan layanan digital yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan serta efisiensi pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Selain itu, terdapat agenda penyederhanaan regulasi guna mempermudah aturan terkait visa bisnis, golden visa, dan izin tinggal bagi investor sebagai langkah nyata mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

​Sejalan dengan fungsi pengamanan, rencana aksi ini juga menekankan peningkatan peran aktif petugas imigrasi dalam mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM). Dari sisi sarana prasarana, akan dilakukan modernisasi infrastruktur melalui peningkatan fasilitas autogate serta penerapan efisiensi energi menggunakan solar cell di wilayah perbatasan.

Sebagai penutup, aspek kepedulian sosial turut menjadi prioritas melalui pelaksanaan bakti sosial dan penyediaan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat luas sebagai wujud pengabdian insan imigrasi.

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *