Home BERITA TERBARU Jadi Aktor Pemalsuan AJB Tanah,Kepala Desa Lengkong Kulon Duduk Di Kursi Pesakitan...

Jadi Aktor Pemalsuan AJB Tanah,Kepala Desa Lengkong Kulon Duduk Di Kursi Pesakitan PN JakUt

136
0

Jakarta,mediatransparancy.comKepala Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan Tangerang Banten, Muhammad Paiz bersama terdakwa Suwarno, Ramli, Wahdi (tiga terdakwa berkas terpisah) diseret kekursi pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Muhammad Paiz dan tiga terdakwa lainnya didakwa jaksa penuntut umum sebagai persekongkolan atau bersama sama, menyuruh, memalsukan, membuat atau turut serta memasukkan data otentik seolah olah benar dalam suatu Akte Jual Beli tanah yang dikeluarkan pejabat Kecamatan di wilayah Kecamatan Pagedangan Tangerang, Banten.

Menurut Jaksa penuntut Umum Imelda Siagian, perbuatan terdakwa dilakukan sekitar Agustus tahun 2016 lalu. Dengan menerbitkan Akta Jual Beli (AJB) palsu diatas lahan milik salah satu pengembang perumahan dikawasan Serpong, sehingga merugikan korban Bambang. Bambang yang tadinya dijanjikan Kepala Desa akan membeli lahan milik Sumiaty, melalui terdakwa namun tanah yang dijanjikan terdakwa tidak ada.

” Dengan menerima uang sekitar 5, 6 milliar rupiah lebih untuk membeli lahan dari Sumiyati buat korban namun terdakwa M.Paiz dibantu Suwarno, Ramli dan Wahdi, hanya akal akalan saja. Terdakwa M. Paiz dibantu terdakwa lain membuat AJB palsu sebanyak 22 bidang tanah namun tanahnya tidak ada. Sehingga korban melaporkan kejadian tersebut ke aparat Kepolisian”, kata Jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Utara 15/10/20.

Sidang dalam berkas perkara terdakwa mantan Lurah Muhammad Paiz yang dipimpin majelis hakim Dodong tersebut, harusnya sudah masuk agenda pembacaan surat tuntutan (Requisitor) Jaksa penuntut Imelda. Bahkan surat tuntutan menurut jaksa sudah siap dibacakan, namun pihak terdakwa dan pelapor ingin melakukan perdamaian untuk mengganti kerugian korban dengan barter tanah.

Sidang konfrontir upaya perdamaian antara pelapor dan isteri terdakwa Kepala Desa Lengkong Kulon

Terdakwa Muhammad Paiz yang masih berada dalam rumah tahanan tersebut, dihadapan majelis hakim melalui isteri terdakwa dikonfrontir langsung dengan Bambang selaku korban dan sepakat berencana akan melakukan perdamaian dengan ganti rugi lahan.

Adanya rencana perdamaian tersebut sehingga jaksa menunda pembacaan tuntutan. “Surat tuntutan sudah siap, bukan jaksa yang menunda pembacaan tuntutan tapi kesepakatan antara pelapor dan keluarga terdakwa dihadapan majelis hakim pimpinan Dodong dan penasihat hukum terdakwa, sehingga tidak ada yang kebeeratan”, kata jaksa pada wartawan usai persidaangan.

Dalam perkara melibatkan mantan Lurah tersebut, barang bukti yang masuk dan tidak tercantum dalam berkas perkara berupa tanah dan bangunan, sejumlah mobil miliik terdakwa disita. “Barang bukti tersebut belum cukup mengembalikan kerugian korban akibat perbuatan terdakwa, sehingga ada kesepakatan ulang sebelum tuntutan dibacaakan”, kata jaksa.

Sementara dalam sidang berkas perkara terpisah (disiplit).

Tiga terdakwa Suwarno, Ramli dan Wahdi suruhan mantan Kepala Desa Lengkong Kulon M.Paiz, dihadapan majelis hakim pimpinan Erli mengakui perbuatannya. Ketiga terdakwa membenarkan membuat AJB tanah seolah olah benar menggunakan data yang dikirim Kkepala Desa melalui WhasApp nya dan bukan data tanah sebenarnya.

Saat persidangan Virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Utara 15/10/20, ke tiga terdakwa mengatakan AJB yang dibuat tidak benar di keluarkan pihak Kecamatan Pagedangan Tangerang. Terdakwa ada yang pernah bekerja di Notaris, namun AJB yang di buat terdakwa bukan di kantorĀ  Notaris tapi dibuat dirumah menggunakan komputer pribadi, kata terdakwa saat ditanya majelis hakim dalam sidang pemeriksaan antara terdakwa (saksi mahkota).

Saat membuat AJB tersebut data datanya dari Ramli kepercayaan terdakwa M,Paiz yang dikirim lewat WhasApp, kata terdakwa melalui sidang virtual menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum Doni Boy Faizal Panjaitan. Sidang ditunda majelis hakim untuk pembacaan Requisitor atau surat tuntutan jaksa.

Penulis : P.Sianturi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here