Home DAERAH JADIKAN ANAK SEBAGAI MITRA, POLRES KEP. MERANTI INGIN TEKAN DAN UNGKAP KASUS...

JADIKAN ANAK SEBAGAI MITRA, POLRES KEP. MERANTI INGIN TEKAN DAN UNGKAP KASUS KEKERASAN PADA ANAK

226
0

Meranti, Transparancy.com – Terus berinovasi, Setelah sebelumnya menerapkan patroli sepeda, patroli becak, kali ini Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi berusaha mendekatkan Polisi dengan masyarakat banyak dengan menjadikan Polisi sebagai sahabat anak sejak usia dini.

Polisi sahabat anak ini tujuan utama adalah pergi ke sekolah-sekolah atau ke PAUD. Dari sekolah atau PAUD inilah nantinya akan dilihat apakah anak itu punya masalah di dalam keluarganya ataupun tidak.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi mengatakan”Dari Polisi ini kita korek ada ada atau tidak permasalahan pada anak itu, baik KDRT, ataupun fedofilia. Target kita ke anak-anak,” kata Pandra.

Kemarin, tambah Pandra lagi, ketika mereka mendatangi TK di Selatpanjang, ada salah seorang anak langsung memeluk Polisi sambil menangis terlihat anak tersebut ingin menyampaikan sesuatu. Rupanya anak itu ingin menyampaikan bahwa orang tuanya sering berantem.

“Kalau kita temui kasus seperti itu, kita selidiki dulu penyebab orang tuanya berantem apa. Pasalnya kalau langsung ditanyakan bisa-bisa si anak yang bakal dimarahi atau dipukuli,” tambah Pandra.

Sementara itu, unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Meranti, Bripda Syafrika Tamami mengatakan, tujuan dari polisi sahabat anak adalah supaya polisi bisa lebih dekat dengan anak-anak, bisa berbaur dan merangkul anak-anak.

Kata Syafrika, selama ini anak-anak tau nya polisi itu cuma nangkap orang jahat, dan membawak senjata api saja. Untuk itu, dengan adanya polisi sahabat anak ini, polisi langsung memberikan pengertian dan pengarahan kepada anak-anak bahwa polisi bukan cuma menangkap orang jahat, dan bawa senjata api saja, tapi tugasnya polisi itu melindungi, mangayomi, melayani masyarakat.

“Tujuan akhirnya kita menciptakan bagaimana anak-anak itu tidak lagi merasa takut polisi, karena polisi itu tempat mereka berbagi cerita, keluhan. Kalau mereka merasa ada gangguan keamanan, mereka bisa menghubungi kita, itu harapan kita, dan dia akan merasa nyaman dengan kehadiran polisi,” jelas Syafrika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here