Home HUKUM Jaksa Hadirkan Saksi Yang Melihat Novel Disiram Usai Sholat Shubuh

Jaksa Hadirkan Saksi Yang Melihat Novel Disiram Usai Sholat Shubuh

212
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM –Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) pimpinan majelis hakim Djuyamto didampingi hakim anggota Taufan Mandala dan Agus Darwanta, Kamis 14/05/20. kembali menggelar sidang lanjutan pemeriksaan terhadap saksi saksi kasus penyiraman air keras yang menimpa korban Novel Salim Baswedan.

Dua terdakwa, Rahmat Kadir Mahulete dan Rony bugis yang diduga melakukan penganiayaan dengan menyiram korban Novel dengan Air Keras, di sidangkan melalui vidio conference dari PN Jakut online ke tempat terdakwa ditahan di Kelapa Dua Brimob. Dimana sidang online dilakukan guna menghindari penyebaran Corona Virus Desease Nineteen (Covid-19), Social Distancing.

Persidangan perkara yang mencari perhatian publik tersebut, PN Jakut telah memeriksa sejumlah saksi termasuk saksi yang melihat Novel di siram. Tim Jaksa Penuntut Umum, Satria Irawan, Achmad Patoni dan Fedrik Adhar, Kamis 14/05/20.menghadirkan, Iman Sukirman pengurus Yayasan Al iksan Kelapa Gading Jakarta Utara, Masjid tempat Sholat Novel. Saksi Iman merupakan salah satu saksi yang tau persis kejadian Novel disiram usai Sholat Shubuh di Masjid Al Ikhasan jalan Deposito Blok T, Kelapa Gading, pada bulan April 2017 lalu.

Saksi mengakui dirinya melihat korban disiram oleh dua orang tak dikenal. Saat itu saksi dibelakang korban berjarak 15 m berjalan pulang Sholat Shubuh dari Masjid Al Ikhasan. Dirinya melihat gerakan tangan yang dibonceng pengendara motor Vario menyiram korban.

Tiba tiba korban teriak minta tolong dan saya langsung menghampirinya serta memapahnya kembali ke Masjid untuk membasuh muka korban dengan air wuduh. Saat dibawa ke Masjid korban tidak dapat melihat dan hanya mengenakan kaos oblong putih, karena baju yang kena siram sudah dibuka. Saksi mengaku, mencium aroma bau kimia dan kena sedikit ke tangannya, rasanya ada panas, ucapnya menjawab pertanyaan jaksa.

Sementara terkait barang bukti yang di tunjukkan jaksa, baju korban warna coklat dan ada bolong seolah olah kena guntingan itu di ragukan saksi. “Setau saya bukan itu bajunya, bajunya warna putih krem, topi kopiahnya benar, kuk tidak tau”, kata saksi ragu ragu. Saksi tidak mengenal wajah pelaku, namun melihat dua orang naik motor satu pake helm warna putih.

“Tidak mengetahui korban di siram pake apa, tapi tau kejadian korban disiram air keras setelah melihat dari TV, serta mengetahui mata sebelah kanan korban tidak bisa melihat akibat di siram itu”, katanya.

Dalam persidangan tersebut, majelis hakim mengingatkan Penasihat hukum yang mendampingi terdakwa dari Bantuan Hukum Polri itu supaya tidak mengarahkan saksi ke keterangan saksi yang lain. “penasihat hukum jangan mengerahkan saksi terhadap keterangan saksi sebelumnya, nanti bisa dituangkan dalam pembelaanya jika ada perbedaan keterangan saksi”, kata Djuyamto.

Saksi Iman yang ikut dalam rekonstruksi perkara gelaran penyidik Mabes Polri di Tempat Kejadian Perkara itu, membenarkan
alat bukti CCTV yang di putar jaksa dalam persidangan. Sementara saksi Eko Yulianto saat diperiksa majelis menyampaikan, sebelum kejadian saat dirinya pulang Sholat sempat melihat dua orang tak dikenal. Satu duduk diatas motor satu lagi duduk menunduk ditempat duduk yang ada di belakang mobil Rus warna putih yang parkir dekat rumah korban. Keduanya tidak saya kenal namun, mengingat cestur tubuh mirip satu terdakwa yang agak gemuk yang di tunjukkan jaksa dalam layar video conference.

“Pulang dari Masjid sempat melihat dua orang duduk menunggu dibelakang mobil Rus warna putih, satu duduk satu berdiri menggunakan helm putih pake jaket warna gelap. TKP itu berada di dekat rumah pa wisnu ketua RT”, ujarnya.

Eko mengaku diperiksa penyidik Polri selama lima kali bahkan ditunjukkan ciri ciri atau sketsa yang diduga pelaku penyiraman.
Menyikapi keterangan saksi Iman, melalui video conference terdakwa membantah keterangan saksi Iman. Terdakwa mengatakan, “saat melakukan penyiraman tak satu pun orang yang melihat kejadian itu yang mulia”, katanya kepada majelis hakim.

(P.Sianturi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here