banner 728x250

Jaksa Sigit Hendradi SH, Dinilai Tidak Profesional Menangani Perkara,Sidang Molor Berjam-Jam Ditunda Pula

  • Share

Jakartamediatransparancy.com Jaksa Penuntut Umum Sigit Hendradi, yang menangani dan menyidangkan perkara dugaan pemalsuan laporan bohong, melibatkan terdakwa Arwan Koty dinilai tidak profesional dan terkesan bermain main dalam menangani perkara, pasalnya, persidangan sudah molor hingga berjam- jam tapi ditunda pula.

Hal itu terjadi pada persidangan agenda pemeriksaan saksi saksi kasus dugaan laporan palsu yang dialami terdakwa Arwan Koty di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 3/3/2021. Pihak terdakwa bersama penasehat hukumnya Advokad Yayat Surya Purnadi SH MH, Wandi SH dan rekan, merasa kecewa menghadiri persidangan lanjutan agenda pemeriksaan saksi dalam berkas Berita Acara Penyidikan (BAP) laporan pihak PT. Indotruck Utama .

judul gambar

Dimana Jaksa penuntut umum Sigit memanggil dua saksi untuk hadir pada persidangan yang akan dilaksanakan 3/3/2021, jam 15.00 Wib. Namun tunggu demi tunggu persidangan dimulai sekitar jam 20.00 wib malam. Ironisnya, sudah menunggu hampir enam jam, persidangan pun ditunda oleh majelis hakim hanya karena saksi yang dipanggil jaksa terlambat masuk ruang persidangan.

Majelis hakim pimpinan Alandri Triyogo. SH MH, didampingi dua hakim anggota yang menyidangkan perkara dugaan laporan palsu tersebut, langsung menunda persidangan pemeriksaan dua orang saksi atas pemberitahuan dan usulan dari jaksa Sigit Hendradi. Hanya karena saksi terlambat masuk ruang sidang, pada hal saksi sudah lama menunggu sidang di areal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tapi jaksa mengajukan supaya hakim menunda persidangan

Karena penundaan sidang yang sangat mendadak itu, jaksa ditengarai merekayasa situasi persidangan sebab, tidak logika tiba tiba jaksa mengajukan sidang tunda kepada majelis kalau tidak ada sesuatu. Pada hal, saksi yang dipanggil jaksa satu dari dua saksi yakni saksi Rahman Ali sudah berada di dalam ruang persidangan dan saksi yang satu Tomy Tuasian sedang berjalan menuju ruang sidang. Dalam situasi yang sudah malam tersebut, jaksa beralasan penundaan sidang karena majelis hakim tidak mungkin menunggu nunggu saksi, tapi saksi lah yang harusnya menunggu majelis hakim, kata Sigit Hendradi.

Jaksa langsung mengusulkan penundaan sidang kepada majelis hakim, sehingga sontak membuat pihak terdakwa dan Penasehat hukumnya kaget dan kecewa.
Menyikapi penundaan sidang tersebut, penasehat hukum terdakwa, Yayat Surya Purnadi SH MH dan Wandi SH, mengatakan, sebagai pihak terdakwa kita akan mengikuti seluruh aturan persidangan walau merasa kesal dan kecewa. Pemanggilan sidang menurut jaksa dilaksanakan jam 15.00 wib, namun sidang dimulai sekitar jam 20.00 wib. Kita kan bukan malaikat, siapapun orangnya pasti merasa kecewa jika menunggu satu harian mau sidang, tapi toh di tunda juga karena alasan yang tidak logika.

Pihak terdakwa berharap kepada majelis hakim dan jaksa penuntut umum supaya kedepannya bisa tepat waktu.
“Kalau memang jadwal sidang jam 20.00 Wib, bagi pencari keadilan tidak masalah tapi jangan di panggilan sidang disuruh datang jam 14 dan jam 15 00, namun menunggu sidangnya sampai jam 20.00 wib “, ujarnya, 3/3/2021.

Sementara menurut Yayat, “dalam perkara yang menimpa Arwan Koty, pihaknya berkeyakinan bahwa terdakwa tidak relevan di sidangkan dalam perkara laporan palsu. Dakwaan jaksa hanyalah rekayasa, sebab sesuai kronologis kejadian, terdakwa seharusnya dilindungi undang undang karena sudah membeli alat berat berupa Excavator dengan lunas dengan membayar pajak ke negara, Disamping itu juga memberikan jaminan aset yang hingga saat ini belum di serahkan penjual pihak managemen PT. Indotruck Utama.

Dalam prinsip hukum yang saya pegang, kata Yayat, “walau langit akan runtuh kebenaran akan tetap terjadi walau cepat atau lambat”, sehingga dalam hal ini baik penyidik Polri Kombes Pol Suyudi Ario Setyo yang diduga bersekongkol dengan pihak PT. Indotruck Utama untuk mengkriminalisasi terdakwa hingga masuk persidangan, suatu saat kebenaran itu pasti terungkap”, ujar Yayat menegaskan, 4/3/2021.

Untuk diketahui, terjadinya Arwan Koty duduk di kursi pesakitan, karena di laporkan pihak PT. Indotruck Utama di Mabes Polri dugaan laporan palsu. Sebelum Arwan Koty dilaporkan, Arwan Koty lebih dulu melaporkan pihak PT. Indotruck Utama di Polda Metro Jaya, dugaan penipuan dan penggelapan pembelian alat berat berupa Excavator satu unit dibayar lunas. Barang sudah dibayar lunas sebesar 1.265 milliar rupiah oleh Arwan Koty berikut jaminan pembelian alat berat tersebut, mobil Hilux, Sertifikat HGB kios pasar ke PT. Indotruck Utama. Hingga saat ini alat berat dan aset jaminan tidak diserahkan penjual ke pembeli Arwan Koty.

Atas dugaan penipuan dan penggelapan alat berat dan aset jaminan yang masih ditangan penjual sehingga Arwan Koty membuka laporan berrdasarkan
LP/B/3082/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimum, tanggal 16 Mei 2019 di Polda Metro Jaya. Namun sangat disayangkan laporan tersebut dihentikan penyidik Polda Metro Jaya pada tahap Penyelidikan bulan Desember 2019, dengan sepihak dan tanpa alasan sesuai hukum. Penghentian berkas laporan tersebut ditanda tangani Kombes Pol Suyudi Ario Setyo.

Anehnya, dibalik penghentian penyelidikan laporan Arwan Koty, pihak PT. Indotruck Utama melaporkan balik Arwan Koty dengan tuduhan membuat laporan palsu di Mabes Polri, yang berkas penyidikannya juga ditanda tangani Kombes Pol Suyudi Ario Setyo, stelah dirinya di mutasi ke Mabes Polri,  hingga Arwan Koty duduk dipersidangan yang saat ini terjadi.

Menurut pihak Arwan Koty, atas  penzoliman hukum yang dilakukan pihak PT. Indotruck Utama dengan dugaan persekongkolan bersama penyidik Polri Kombes Pol Suyudi Ario Setyo, sudah dilaporkan melalui surat resmi ke Karo Wassidik Polri dengan tembusan ke Kapolri. Dalam penjelasan Karo Wassidik,  penyidik Polda Metro Jaya bisa melanjutkan kembali penyelidikan penanganan perkara yang dilaporkan korban Arwan Koty, apa bila ditemukan Novum atau bukti baru. Dimana surat Karo Wassidik dikirimkan melalui penasehat hukum Arwan Koty kantor hukum AGD & Partners.

Berkaitan dengan hal itu, pelapor Arwan Koty melalui penasehat hukumnya telah mengirim surat permohonan supaya dibukanya kembali Penyelidikan atas LP/3082/V/2019/PMJ/Dit Reskrimum tanggal 16 Mei 2019 tentang dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan terlapor pihak Bu. PT. Indotruck Utama, Bambang Prijono Cs, kata penasehat hukum pelapor. Menyikapi adanya tudingan persekongkolan mengkriminalisasi Arwan Koty, pihak PT. Indotruck Utama dan penyidik Polri belum dapat dikonfirmasi.

Penulis : P. Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *