Home BERITA TERBARU Jaksa Tuntut Perkara Judi Apartemen Robinson 16 Hingga 30 Bulan Penjara

Jaksa Tuntut Perkara Judi Apartemen Robinson 16 Hingga 30 Bulan Penjara

369
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Sebanyak 95 terdakwa perkara perjudian yang di tangkap aparat Polda Metro Jaya dari Apartemen Robinson, jalan Jembatan II Raya, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, dituntut jaksa dengan hukuman bervariasi sesuai peran terdakwa.

Perkara yang sempat santer dalam pemberitaan media massa karena melibatkan hampir 100 orang para pemain judi, pengelola perjudian dan terdakwa pemilik saham di usaha berbagai macam permainan judi. Para pemain judi, pengelola serta karyawan perjudian Apartemen Robinson itu di pisahkan dengan 7 berkas perkara (disiplit).

Jaksa penuntut umum Fedrik Adhar, Doni Panjait, dihadapan majelis hakim Tugianto didampingi anggota majelis Dodong dan A.Purbantoro menyebutkan, berdasarkan keterangan para saksi, alat bukti, barang bukti serta keterangan para terdakwa yang terungkap dalam persidangan, perbuatan para terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar hukum sebagaimana diatur dalam undang undang Pasal 303 KUHP tentang perjudian.

Tuntutan terhadap para terdakwa disesuaikan dengan peran masing masing. Kategori sebagai pemain dituntut 1 tahun 4 bulan penjara. Sebagai penyelenggara atau karyawan usaha perjudian dituntut 1 tahun 9 bulan penjara. Sementara Martin Unsula Heng bos judi atau pemegan saham usaha judi tersebut dituntut 2 tahun 6 bulan.

Para terdakwa diamankan aparat Polda Metro Jaya pada 6 Oktober 2019 lalu, di Apartemen Robinson Dimana permainan judi tersebut dijadikan para terdakwa sebagai mata pencaharian, kata jaksa 14/05/20. di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Martin, H.Usman, Sandy Utomo bekerja sama untuk membuka usaha judi Rolex, kartu Pekkyu, Koprok dan judi lainnya di Apartemen Robinson dengan bagi hasil keuntungan. Dari penangkapan yang dilakukan aparat Kepolisian ditemukan dan disita barang bukti berupa uang sebesar 152 Juta rupiah lebih, peralatan permainan judi, termasuk komputer kasir dan meja judi lainnya, semuanya masih digunakan dalam berkas perkara yang lain, ujar jaksa Fedrik dalam sidang vidio conference 14/05.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada seluruh terdakwa untuk menyusun atau membuat surat pembelaan (Pledoi) atas tuntutan jaksa.

Sebelumnya surat peniadaan sidang terhadap terdakwa wanita dari Rutan Pondok Bambu yang diterbitkan Plt Karutan Ema Puspita. Sejumlah terdakwa wanita perkara judi itu, bahkan tidak mendengar pembacaan tuntutan akibat terpapar Corona Virus Desease Nineteen (Covid-19) dirawat di Wisma Atlet. Bahkan dalam persidangan jaksa Doni menyampaiman satu terdakwa berumur 60 tahun sedang kritis di rawat di Rumah Sakit Polri.

(P. Sianturi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here