Home DAERAH Kabut Asap Pengaruhi Kwalitas Sayuran

Kabut Asap Pengaruhi Kwalitas Sayuran

204
0
Jambi, Mediatransparancy.com – Dalam satu bulan terakhir ini akibat kabut asap sangat mempengaruhi produksi sayuran, ini terlihat matahari tertutup oleh kabut asap sehingga tanaman tidak terkena sinar matahari, sedangkan dalam tanaman itu memang harus ada fotosintesa atau sinar matahari langsung terkait dengan ini misalkan tanaman sayuran palawija ini butuh sinar matahari ditengah hari artinya jika tidak ada sinar maka tidak ada fotosintesis artinya tidak berkembang dan hasilnya pasti tidak bagus kwalitasnya inilah kendalanya kalau air msahih bisa diusahakan dari sumur-sumur bor, sumber-sumber air yang disiapkan petani terkait dengan fotosintesa dengan adanya kabut asap di Provinsi Jambi dalam dua minggu ini memang tentu mempengaruhi kualitas air kita menjadi kurang baik dan hasilnyapun menjadi kurang baik juga itu yang dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jambi, Amrin Azis beberapa lalu(15/09) di ruang kerjanya.
    Menurut Amrin, dilingkup kawasan pangan kita seperti muaro jambi, batanghari kemudian didalam kota masih bisa kita penuhi untuk cabe harganya masih stabil walaupun hasil kita kurang baik tapi dari jawa bagus dari linggau, medan juga bagus dilapangan hasil cabe kita kurang baik karena tidak ada fotosintesa ditambah lagi air susah sumur-sumur kita sudah pada kering jadi sasaran kita saat ini mengurangi tanaman sawit karena sawit membutuhkan air yang sangat tinggi.
    “Jika sampai bulan depan tidak turun hujan ini akan mengkhawatirkan kt seharusnya bulan September sudah turun hujan tapi yang kita lihat sudah hampir akhir bulan September tanda-tanda hujan belum ada diatas langit-langit kita.” tuturnya.
    Amrin juga menambahkan,menghadapi musim kemarau panjang tahun ini artinya kita harus punya brigade anti kekeringan gunanya untuk memantau, mencatat, melaporkan kondisi tanaman dilapangan memang kita sudah memberikan bantuan kepada petani berupa pompa air namun kendalanya airnya yang tidak ada. Kalau sayur tidak ada problem sumber airnya cukup seperti sungai, kendala tanaman sayur itu pada hamparan luas seperti di Kabupaten Muaro Jambi sebanyak 80 ha karena membutuhkan air yang cukup banyak tapi petani juga sudah membuat alat pompa air sendiri seperti sumur bor yang kedalamannya mencapai 10 sampai dengan 12 meter.
    “ Dalam waktu dekat kita akan memberikan bantuan alat pompa menjelang anggaran APBN turun sebesar 150 unit alat pompa ini usulan dari kelompok tani. Kemudian pemerintah kita sudah membantu dan mengusulkan bantuan mesin tanah untuk padi, apabila datang hujan padi dapat ditanam dalam skala besar.” ungkap Amrin.
    Lebih lanjut dikatakan Amrin, mesin traktor juga kita usulkan dibantu untuk Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Merangin sudah dapat bantuan yang akan diusulkan,  itu tergantung petaninya sanggup atau tidak karena penggunaannya terbatas hanya pada satu kelompok secara bergantian dan efektif. Tentunya kwalitas kurang baik hargapun juga kurang baik, seperti kondisi sekarang dimana sayuran terbatas sehingga harga naik seperti sayur-sayur daun harganyapun sudah cukup mahal sudah sampai Rp 2000 hingga Rp 5000.
    “ Tapi memang wajar selagi petani menikmati tidak ada masalah karena pengaruh asap produktifitas sayur menurun petani  juga tidak mau menjual sayur yang kurang baik tetapi kebutuhan sayur dipasar tetapi ingin yang baik tidak kotor, tidak kecil, warnanya harus terang daunnya tidak berwarna gelap.” Tuturnya.
    Amrin menegaskan bahwa akibat kurangnya fotosintesis berpengaruh hasil panen artinya kurang baik juga pikmennya karena karbohidrat dan klorofil pada sayur itu penting untuk kebutuhan masyarakat artinya kita tetap melakukan namun demikian juga tidak ada matahari tetap saja hasil fotosintesa tidak baik.
    Diakui Amrin,  keadaan yang tidak bersinar ini sudah lebih kurang satu minggu, kecemasan warga hanya satu sampai dengan dua minggu saja setelah itu kembali stabil yang membedakan kabut dan kekeringan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya kabut dan kekeringan tahun ini sudah berkabut tidak ada air kalau tahun sebelumnya ada kabut masih ada air yang juga masalah kekeringan kalau asap hasil pembakaran tapi kekeringan yang berbahaya saat ini tahun kemarin kekeringan petani  mau tanam ada air tapi tahun ini tidak ada itulah yang kita khawatirkan artinya petani semakin sulit karena tidak ada produksi.
  semua harus ikut menjaga lingkungan, selain itu kepada pemerintah untuk melarang dengan keras perizinan penanaman kebun sawit karena daya serap sawit terhadap air itu cukup tinggi.”harap Amrin.   (lia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here