banner 728x250

Kadis Dukcapil Akui Pembuatan e-KTP di Bogor Lamban, Blangko Kosong

Foto : Kantor Dinas Kendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bogor.

Bogor, Mediatransparancy.com – Terkait keterlambatan proses pembuatan KTP Elektronik (E-KTP). Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, diakui Kadis Otje Subakj, pasalnya proses yang lama menjadi bahan utama aduan.

Salah satunya ada beberapa warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang mengeluhkan lambannya pembuatan E-KTP di dinas tersebut. Seperti yang dialami warga Kecamatan Pamijahan, Uvi Riana mengatakan bahwa dirinya merasa sangat dipusingkan ketika hendak membuat e-KTP di kantor kecamatan maupun di Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor. Selain Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK)nya ganda dan lama hasilnya.

judul gambar

“Padahalkan untuk KTP yang ingin saya buat ini salah satu persyaratan administrasi masuk kerja. Dan kemana-mana juga jadi gak tenang lantaran saya belum memilii e KTP atau identisa diri,” keluh Uvi kepada Mediatransparancy.com, Selasa (2/8/16).

Ditempat terpisah hal yang sama serupa dialami, Didi Kasim, dirinya mengeluhkan sudah kerap mondar-mandir ke Disdukcapil Kabupaten Bogor, untuk memproses pembuatan e ktp namun lama prosesnya.

“Cape mas, udah sering mondar mandir tapi e ktp enggak jadi-jadi, sekarang malah banyak perubahan, data yang di kecamatan pun dengan dinas berbeda. Padahalkan jauh-jauh saya datang ke Dinas ini, dari kecamatan Pamijahan,” keluhnya.

Bahkan di kecamatan yang berbeda,Senada yang diutarakan warga Kecamatan Cigudeg, Asep, mengeluhkan juga ada banyak oknum yang memanfaatkan proses administrasi tersebut.

“Jadi kalau bayar Rp.100 sampai Rp.200 ribu itu seminggu juga beres. Tapi kalau cuma kita kasih buat bensin saja kepada oknum tersebut terkadang satu bulan atau bisa sampai 3 bulan baru selesainya,” tambah Asep.

Ketika hal tersebut dikonfirmasikan pada Kadis Disdukcapil Kabupaten Bogor,Otje Subakja dirinya membenarkan keterlambatan pengiriman belangko E-KTP daripusat sehingga membuat proses pencetakan surat kartu Elektronik-Kartu Tanda Pengenal (E-KTP) di kabupaten Bogor menjadi lamban ujarnya.

Namun hal tersebut sudah kami informasikan melalui kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, agar menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersabar menunggu jadinya proses pembuatan E-KTP, dan selama belum adanya belangko dari pusat masyarakat bisa memproses persaratan terlebih dahulu serta sambil menunggu belangko tersebut datang ujar Otje pada Mediatransparancy.com, Sealasa( 2/8/16 ) melalui sambungan selulernya. “Ini terjadi diseluruh indonesia Mas”bukan hanya wilayah Kabupaten Bogor saja ucapdia.

Menyikapi persoalan ini, aktivis yang selalu menyuarakan dengan lantak keluh kesah masyarakat khususnya Kabupaten Bogor, seperti yang di ungkapkanya kali ini ketua Forum Mahasiswa Bogor (FMB), Rahmatullah mengungkapkan dimana e-KTP dan KK, serta Akta kelahiran itu merupakan bukti identitas bagi warga negara di Indonesia ini.

Semua masyarakat harus mempunyai identitas itu untuk kepentingan nya kedepan. “Jadi masyarakat jangan di buat bingung. Pelayanan administrasi harus mudah dan cepat. Baik di Disdukcapil, tingkat Kecamatan ataupun di desa,” tegas Along sapaan akrab aktivis ber suara lantang bertubuh mungil tersebut.

Ia juga menambahkan, dalam persoalan ini jangan sampai masyarakat yang ingin mencari pekerjaan terhambat,akan iden titas dan persyaratannya. “Akibat karena sulitnya proses pembuatan identitas itu malah jadi terhambat oleh persoalan administrasi Mas. Dari sinilah, sambung Along.

Pemerintah harus fokus dalam pelayanan karena menyangkut hajat orang banyak. Apalagi dengan visi misi,ingin menjadikan kabupaten termaju di Indonesia. Jangan mimpi bisa terwujud kalau pelayanan administrasi saja masih lemah seperti yang di alami warga tersebut,” terangnya.

Alonk juga menambahkan, walaupun pihak Disdukcapil mengaku jika saat ini blangkonya habis karena lelang di pusat, jangan sampai hal ini dijadikan alasan. Tetapi dirinya berharap pemerintah secepatnya dapat melakukan tindakan yang selektif dan cepat.

“Jangan karena habis blanko masyarakat malah sama sekali tidak bisa membuat e-KTP saya juga meminta kepada Mendagri yakni Tahjo Kumolo agar bisa secepatnya menyelesaikan persoalan ini, jangan hanya lelangnya belum selesai masyarakat jadi yang terkena dampak buruknya. Disini pun saya simpulkan jika hendak membuat E-KTP di Kabupaten Bogor tentunya harus banyak-banyak istigfar” menanti waktu yang cukup lumayan lama tandasnya.

Penulis : Agus Kusuma/Wawan Suherman
Editor : Safid Firdaus

judul gambar
judul gambar

Response (1)

  1. Mangkanya jangan janji,katanya harus punya eKTP,ko stoknya abis,dan belum 95,8 persen yang sudah bikin eKTP,tapi sebaliknya baru 4,2 persen yang sudah,jadi jangan ngaur dong,kami rakyat kecil,bukan janji,tapi bukti,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *