banner 728x250

Kadis Kesehatan Kabupaten Samosir Bungkam Terkait Gedung Farmasi, LSM GRACIA Minta Bupati Vandico Lakukan Evaluasi

judul gambar

SAMOSIR, MediaTransparancy.com – Polemik berkepanjangan mengenai Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir yang baru berdiri dua tahun silam namun sudah mengalami kerusakan yang cukup parah terus menjadi perhatian publik.

Salah seorang warga, Sahala Sitanggang yang dimintai komentarnya seputar kondisi Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir tersebut menyampaikan sikap herannya.

judul gambar

“Gedung yang masih berumur dua tahun sudah nengalami kerusakan yang cukup parah begini. Saya tidak bisa membayangkan jika usia gedung ini diatas tiga tahun, mungkin roboh,” ujarnya.

Dia mengatakan adanya kelalaian pada saat pelaksanaan pembangunan gedung tersebut.

“Secara akal sehat tidak mungkin gedung itu dirancang untuk usia hanya dua tahun, setelah itu rusak. Tapi pasti ada yang tidak beres,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekjen DPP LSM Gerakan Cinta Indonesia (LSM GRACIA), Hisar Sihotang kembali angkat suara. Menurutnya, kegagalan konstruksi gedung farmasi tersebut akibat pengawasan yang bobrok.

“Sejujurnya nggak ada keanehan dalam kondisi gedung faramai itu saat ini. Kerusakan parah yang terjadi pada gedung tersebut jelas diakibatkan bobroknya pengawasan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir. Sebab, jika mereka mengawasi dengan baik dan benar, hasilnya tidak mungkin seperti yang ada sekarang,” katanya.

Hisar menyebut, pihaknya menduga ada persekongkolan jahat yang dilakukan antara PPK proyek tersebut dengan konsultan pengawas dan kontraktor.

“Analoginya seperti ini. Pencuri tidak akan mungkin melakukan aksi di hadapan polisi. Jika PPTK proyek tersebut bersama konsultan pengawas menjalankan tugasnya dengan baik, hasilnya pasti akan baik. Kontraktor akan menjalankan niatan jahatnya dengan cara bersekongkol,” paparnya.

Untuk mendapatkan jawaban yang benar apa yang menyebabkan terjadinya kerusakan parah terhadap Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir tersebut, pihaknya mendesak aparat hukum terkait melakukan pengusutan.

“Kita minta aparat hukum terkait untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi yang mengakibatkan kerusakan pada gedung tersebut. Selain itu, kita juga mendorong agar Bupati Samosir melakukan evaluasi terhadap pejabat Dinkes Samosir yang tidak becus dalam menangani proyek tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir, dr Dina Hutapea yang dikonfirmasi MediaTransparancy.com lebih memilih mempertontonkan sikap cueknya.

Sikap cuek juga dipertontonkan dr Buha Purba, Kabid YanKes dan SDK yang merupakan PPTK kegiatan tersebut.

Atas sikap cuek kedua pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir tersebut, Hisar menekankan pentingnya transparansi di Pemkab Samosir.

“Ingat, bahwa anggaran untuk membangun gedung farmasi tersebut berasal dari uang rakyat dan warga Samosir, bukan dari uang pribadi Kadis Kesehatan dan PPTK proyek tersebut, sehingga warga wajib tau kemana uangnya dibelanjakan. Selain itu, keberadaan UU KIP hingga saat ini masih berlaku, tapi kedua pejabat tersebut abaii. Kita dengan tegas meminta agar Bupati Vandiko untuk mencopot Kadis Kesehatan Kabupaten Samosir bersama PPTK proyek tersebut,” tuturnya.

Penulis: Saut Sitanggang

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *