banner 728x250

Kajari Belum Pernah Tangani Dugaan Kasus Mesin Jahit di Samosir

  • Share
Foto MT: Tulus Tampubolon SH Kasintel Kejari Kabupaten Samosir

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Terkait dugaan pengadaan mesin jahit bermasalah, Kejaksaan Negeri Samosir belum pernah menganai kasus dugaan tindak pidana korupsi mesin jahit, yang bersumber Dana Desa Tahun Anggaran 2018.

Hal ini dikatakan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Samosir, Tulus Tampubolon SH. “berdasarkan data atau register Kejaksaan Negeri Samosir,   belum pernah melakukan pemeriksaan terkait dugaan Tipikor Mesin Jahit Anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2018”.

judul gambar

Kasi Intel mencoba menghubungi Ketua Asosiasi Kepala Desa Sekabupaten Samosir, melalui telepon selulernya, bahwa Kepala Desa di Samosir ini sudah pernah diperiksa pihak Kepolisan Resor  Samosir Tahun 2019”. Jelas Tulus .Selasa ( 6/4/2021 ).

BACA JUGA ! https://www.mediatransparancy.com/kajari-diminta-usut-tuntas-pengadaan-mesin-jahit-ta-2018-sarat-dengan-kkn/

Dilain tempat, LSM Topan RI DPD Kabupaten Samosir, meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Samosir, “untuk menangani dugaan KKN Kasus Pengadaan mesin Jahit Tahun Anggaran 2018, yang mempergunakan  Sumber Dana Desa, dari 128 Desa, 6 kelurahan dari Sembilan Kecamatan di daerah Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara.

“Kuat dugaan tanpa melalui  hasil Musrembang Desa di tahun sebelumnya pada setiap Desa. Hal ini menurut Lembaga Swadaya Masyarakat DPD Topan RI Kabupaten Samosir, melalui Ketua DPD, Asbon Hutabalian. Sabtu.(3/4/2021).

Lebih lanjut menurut Asbon, “Jumlah Mesin Jahit saat itu sebanyak 143 unit, dengan mempergunakan  Anggaran Dana Desa dan dikerjakan oknum rekanan  setempat”. Ujarnya.

“Ironisnya, pengutipan dilakukan langsung oleh oknum Istri Pejabat di Kabupaten Samosir, dibantu pihak ditiap kecamatan dan ditiap Ketua PKK atau kepala Desa terkait.

Sumber informasi yang didapat, “untuk biaya  per-unit sebesar Rp.2 Juta Rupiah, atau  2X143= Rp 286 Juta digunakan dari Sumber Dana Desa 2018 lalu”.

Kanit Tipikor Polres Samosir, Martin Aritonang membenarkan “sudah pernah diselidiki pihak Tipikor, akan tetapi bukan saya kanitnya, dulu marga Purba, saya akan coba tanyakan kepada anggota  yang  dulu pernah menangani kasus tersebut”. Ucap  Martin saat dikonfirmasi. Selasa(6/4/2021).

Penulis: Hatoguan Sitanggang
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *