banner 728x250

Kajari Diminta Periksa Kegiatan PAMSIMAS 2019 di Lumban Suhi Toruan

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang berada di Desa Lumban Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan,  Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatara Utara menjadi buah bibir.

Pasalnya, program yang dilaksanakan tahun tahun 2019 dengan besaran anggaran sekitar Rp 300.000.000 tersebut belum juga bisa dinikmati masyarakat sekitar.

judul gambar

Belum berfungsinya PAMSIMAS di Desa Lumban Suhi tersebut, Ketua DPD LSM Topan Kabupaten Samosir, Asbon Hutabalian yang dimintai komentarnya,  Selasa (16/3) meminta agar penegak hukum melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah bisa dinikmati  masyarakat setempat dalam membutuhi pasokan air bersih didaerah itu, karena sudah melewati tahun anggaran. Namun faktanya hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lumban Suhi Toruan, Raja.S Simarmata yang dikonfirmasi, Selasa (16/3) mengatakan bahwa, kegiatan PAMSIMAS pada tahun 2019 belum pada masa jabatannya dikerjakan.

“Karena saya  tugas mulai pada tahun 2020 lalu,” ujarnya.

Raja S Simarmata  menjelaskan,  bahwa Dinas Pera-KPP Kabupaten Samosir belum melakukan serah terima pekerjaan menjadi aset desa setempat sampai saat ini.

“Kendala belum diserahkan aset tersebut, karena dalam kegiatan pembelian pompanisasi belum dibayarkan para pihak ke suplayer penyedia jasa,” ungkapnya.

Dikatakannya, manfaat PAMSIMAS di Desa Lumban Suhi-Suhi belum dinikmati masyarakat.

Dijelaskannya, dana PAMSIMAS tersebut berkisar sekitar Rp 300 juta rupiah dan ditambah dana desa 10 persen dengan pagu 30 juta.

Raja mengakui,  bahwa mesin PAMSIMAS sudah berfungsi secara instalasi, dan listriknya sudah masuk serta airnya sudah dapat di aliri sampai bak penampungan.

Sementara itu, mengenai pipa sambungan rumah, Raja mengatakan hanya ada satu rumah yang tersambung. Dan dia tidak tau mengapa sampai saat ini PAMSIMAS sambungan kerumah-rumah lainnya belum juga masuk.

Di tambahkannya,  permasalahan PAMSIMAS di desa yang dipimpinnya karena pihak Pera-KPP hingga saat ini belum membayar mesin pompa, sehingga belum bisa di serah terimakan.

“Sudah pernah ada rapat  dan pembahasan beberapa kali di desa membahas permasalahan pompa pipanisasi belum dibayar serta pipanisasi saluran rumah belum dipasang hingga kini belum dipasang,” sebutnya.

Raja menambahkan, bahwa pemerintah desa selalu berupaya agar program ini jangan gagal. “Dan kalau perlu ke sawah-pun kita masukkan, yang penting ada meterannya dan mau membayar. Dan sudah banyak petani yang mendaftar, tinggal pemasangan sambungan rumah,” tuturnya.

Namun anehnya, saat Rapat Dengar  Pendapat (RDP) di kantor DPRD Samosir, pihak Dinas PERA-KPP Kabupaten Samosir yang difasilitasi Komisi III,  Sabtu (13/3), mengatakan,  bahwa PAMSIMAS di Samosir sudah berjalan dengan baik. (Hatoguan Sitanggang)

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *