banner 728x250

Kalapas baru Bulakapal BEKASI Prioritaskan Sanitasi Lapas dan Pengawasan ‘Pengendalian bisnis Narkoba’ di Lapas

  • Share

BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Serah terima jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM RI Provinsi Jawa Barat kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Bulakapal BEKASI dan empat Kalapas lainnya meliputi Lapas Narkotika Gunung Sindur,  Lapas Purwakarta, Lapas Tasikmalaya, serta Lapas Perempuan Bandung.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bulakapal Bekasi dijabat pimpinan baru, setelah Hensah ditunjuk menjadi Kepala Lapas (Kalapas) menggantikan Plt Kalapas sebelumnya Heri Sulistyo, dalam Sertijab yang dilaksanakan bertempat di Aula Serbaguna Lapas Kelas IIA, di Jalan Pahlawan Nomor 1 Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada, Rabu (30/12/2020) siang.

judul gambar
Hensah (tengah) selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bulakapal Bekasi saat memberikan keterangan persnya usai sertijab sebagai pimpinan baru, setelah dirinya ditunjuk menjadi Kepala Lapas (Kalapas) menggantikan Plt Kalapas sebelumnya Heri Sulistyo, dalam Sertijab yang dilaksanakan bertempat di Aula Serbaguna Lapas Kelas IIA, di Jalan Pahlawan Nomor 1 Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada, Rabu sore (30/12).dok-istimewa

Prosesi serah terima jabatan dimulai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, yang disaksikan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Imam Suyudi bersama pejabat lainnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi yang baru, Hensah kepada para wartawan usai acara sertijab mengungkapkan apresiasinya serta berterima-kasih kepada pejabat sebelumnya yang telah bekerja secara baik dan maksimal. “Apa yang sudah dibina selama ini oleh pak Kepala, KPLP-nya dengan Kasie Pembinaan yang lainnya, tentu nantinya dapat kita lanjutkan,” kata Hensah.

Hensah dalam kesempatan ini juga berjanji untuk lebih memaksimalkan program-program pembinaan yang selama ini telah berjalan dengan baik. “Program yang sebetulnya sudah berjalan dengan baik, namun setiap tahunnya pastinya kita akan memperbarui program-program yang telah berjalan tersebut menjadi lebih baik lagi dan lebih maksimal,” ujarnya.

Mantan Kalapas Khusus Narkotika Bandar Lampung ini juga menyoroti potensi masalah yang akan muncul dengan over kapasitas Narapidana, yang ada di Lapas yang jumlahnya lebih dari 1.000 orang.

“Pertama, permasalahan yang mungkin muncul di Lembaga Pemasyarakatan yang jumlahnya sudah di atas seribu itu tentang keterlibatan narapidana dengan pengendalian narkoba sebagai permasalahan pokok,” ungkapnya.

Selain itu, masih kata Hensah permasalahan lainnya lanjut Hensah dengan banyaknya jumlah penghuni yang juga sangat serius kepada masalah sanitasi lingkungan. Sanitasi yang tidak terjaga akan berimbas tidak hanya kepada penghuni di dalam lapas, melainkan juga berefek ke warga sekitar.

Over kapasitas maka sanitasi menjadi permasalahan baik kepada penghuni lapas sendiri di sini maupun juga berimbas ke masyarakat sekitar lingkungan lapas,” pungkasnya.(*)red/

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *