Home Berita Terbaru KAMPUNG COKLAT BLITAR

KAMPUNG COKLAT BLITAR

243
0
Kampung coklat Blitar Jawa Timur

WISATA KEBUN  BERNUANSA RELIGI

BLITAR, MEDIATRANSPARANCY.COM,- Alhamdulilah liburan akhir tahun 2017, saya bersama keluarga kecil ku dan santri putri PP Tahfizdil Qu’ran QH mengadakan kegiatan wisata alam dan religi yang semata – mata untuk menambahkan rasa cinta meraka kepada Gusti Allah SWT.

Jum’at, tanggal 28 Desember 2017, dengan menggunakan kendaran Kijang keluaran tahun 1995, kamipun menuju tempat wisata kampung coklat yang terletak di desa plosorojo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Jarak dari lokasi kami nginap di daerah Rejotangen, Tulungagung sekitar 30 menit.

Mungkin sekedar info saja tentang keberadaan wisata ini, Harga tiket Kampung Coklat Blitar Jawa Timur hanya sebesar Rp. 5.000 saja. Dari gerbang depan, akan terlihat bangunan mewah seperti resto elit. Namun ketika Anda sudah memasuki gerbang, Anda akan langsung disuguhkan dengan deretan pohon-pohon coklat yang berderet rapi dengan banyak sekali tempat duduk di bawahnya. Benar-benar unik. Karena lokasi Kampung Coklat ini terlihat seperti kebun yang berada dalam ruangan.

Ketika jam buka Kampung Coklat di Blitar telah dimulai, Anda bisa terlebih dahulu membayar tiket masuk di lokasi gerbang depan. Bau khas aroma coklat yang menggoda akan Anda rasakan ketika mulai memasuki kawasan wisata Kampung Coklat.

Suasana dalam kampung coklat Blitar jawa timur

Selain menambah penghasilan warga sekitar sebagai pembantu lahan parkir bagi tempat wisata, Kampung Coklat juga mempekerjakan kurang lebih 50 an petani kakao atau petani coklat dari daerah setempat. Berkah bagi para petani.

Pelopor berdirinya Kampung Coklat ini adalah Kholid Mustofa alumni PP Al Falah Ploso, Mojo, Kediri. Beliau adalah putra asli Blitar yang dulunya merupakan seorang peternak ayam petelur. Pada suatu ketika, Kholid mengalami musibah besar-besaran yakni ayam-ayamnya yang mati karena virus flu burung yang sedang marak kala itu.

Hatinya tergerak melihat harga buah kakao yang begitu murah. Akhirnya, usahanya dimulai dari satu langkah ke langkah berikutnya hingga bisa maju pesat seperti sekarang. Kholid menyempatkan diri belajar budi daya coklat dengan magang di PTPN Blitar dan puslit jember.

Sekitar tiga jam lebih, saya , alfiyah, silvi, nadia, naela beserta yanglainya meninggalkan wisata kampung coklat dan melanjutkan ziarah ke makam Bapak Proklamator kita, yaitu Ir. Soekarno atau yang disapa Bung Karno. Perjalanan Kampung Coklat ke Makom Bu karno ditempuh hanya 20 menit saja.

Jurnalis: Akmal

Editor: Romy ( [email protected] )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here