banner 728x250

Kantor Perusahaan Pemenang Lelang Proyek RTH Tipar Cakung “Bodong” LSM Gracia: Rampok Uang Rakyat

judul gambar

JAKARTA, mediatransparancy.com – Pada tahun anggaran 2022, Dinas Kehutanan dan Taman Kota DKI Jakarta menggelontorkan anggaran yang cukup fantastis untuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman. Salah satu diantaranya RTH Tipar Cakung yang berlokasi di Jalan Tipar Cakung, RW 004, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing dengan pagu anggaran sebesar Rp 3,8 miliar.

Namun proyek tersebut menuai kritikan dari berbagai kalangan mulai dari proses lelang pelaksanaan.

judul gambar

Kuat dugaan, penetapan CV Jason sebagai pemenang tender proyek tersenut disinyalir akibat kongkalikong antara panitia lelang, penyedia jasa dan juga PPK.

Pasalnya, informasi yang diperoleh mediatransparancy.com dari sumber terpercaya menyebutkan, bahwa semenjak awal Maret 2022 CV Jason sudah tidak berkantor di alamat yang tercantum pada saat upload berkas tanggal tanggal 28-31 Maret 2022.

Dengan kata lain, pada saat memasukkan berkas penawaran, alamat yang dicantumkan CV Jason sesuai dengan data perusahaan tersebut “bodong”.

Informasi penyampaian data palsu yang disampaikan CV Jason dalam proses pelaksanaan pelelangan RTH Cakung memantik dugaan terjadinya “permainan” antara panitia lelang dengan PPK untuk memaksakan CV Jason sebagai pemenang lelang tanpa proses cek and ricek yang benar.

Tidak hanya itu, dalam proses pelaksanaan kegiatan juga menuai kritikan. Pasalnya, tanggal 5 Agustus 2022 masa berakhirnya kontrak kerja RTH Cakung, pekerjaan lapangan tidak selesai.

Salah seorang petugas proyek yang dimintai komentarnya seputar pelaksanaan kegiatan Pembangunan RTH Cakung yang melebihi batas waktu kontrak berujar, bahwa telah diterbitkan adendum selama 1 bulan.

Namun, dengan berakhirnya kontrak kerja ditambah adendum selama 1 bulan, hingga saat ini pengerjaan proyek tersebut masih belum tuntas.

Sekjen LSM Gerakan Cinta Indonesia (Gracia), Hisar Sihotang yang dimintai komentarnya seputar keberadaan proyek tersebut berujar, bahwa penetapan perusahaan tersebut sebagai pemenang lelang merupakan kesepakatan bersama.

“Penetapan perusahaan bermasalah ini sebagai pemenang lelang merupakan kesepakatan bersama dengan tujuan untuk merampok uang rakyat,” ujarnya.

Dikatakannya, pada saat proses pelaksanaan pelelangan, CV Jason memasukkan data palsu.

“Sesuai data perusahaan yang tercantum, bahwa alamat perusahaan tersebut tercatat di Gedung Maribaya Jalan Otista Raya. Bahwa fakta sesungguhnya, perusahaan tersebut sudah tidak berkantor disana,” ungkapnya.

Disampaikannya, untuk memuluskan rencana “merampok” uang rakyat, panitia lelang, PPK maupun kontraktor diduga bersepakat untuk tidak survey alamat perusahaan.

“Ini perampokan yang terintegrasi, kompak. Aturan lelang diabaikan demi tujuan fulus,” ungkapnya.

Secara tegas Hisar meminta aparat hukum terkait melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan profesional.

“Kita minta aparat hukum terkait melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan benar. Jika terbukti melakukan pengaturan lelang, mereka harus dijerat hukuman yang setimpal,” katanya.

Hingga saat ini, panitia lelang maupun PPK belum berhasil dikonfirmasi. Frans/Anggiat

judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published.