banner 728x250

KAPOLRES BUNGO INTRUKSIKAN BERANTAS PETI BATU KERBAU

  • Share
Foto : Kapolres Bungo AKBP Asep Amar Permana.

Muara Bungo, Mediatransparancy.com – Dalam acara evaluasi dan perencanaan atau ANNEV mingguan , Kapolres Bungo AKBP Asep Amar Permana memberikan intruksi untuk segera bergerak dalam meberantas aktifitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Batu Kerbau Kecamatan Pelepat yang sudah menggunakan alat berat Eskavator, Sabtu (30/7/2016).

Foto : PETI di Batu Kerbau
Foto : PETI di Batu Kerbau

Dalam hal ini Kapolres Bungo akan menggunakan dana dari Polres yakni dana dukungan operasi, karena pihak pemerintahan Bungo kehabisan anggaran untuk memberantas PETI dengan asumsi defisit anggaran. Namun berdasarkan laporan masyarakat yang terkena dampak dari aktifitas PETI yang telah mencemari lingkungan maka Kapolres Bungo langsung menerjunkan team awal dari Polsek Pelepat untuk melakukan langkan teguran untuk berhenti beraktifitas dan berkomitmen tidak akan melakukan PETI di lokasi tersebut.

judul gambar

Apabila upaya tersebut dinilai gagal maka setelah itu team dari Kapolres Bungo akan bergerak setelah adanya laporan mengenai situasi terakhir dilokasi Batu Kerbau.

Jika pemerintah daerah Bungo tidak memberikan dukungan terhadap operasi pemberantasan PETI di Batu Kerbau maka Kapolres Bungo tetap akan menjalankan pemberantasan PETI di Bungo sesuai dengan arahan dari Polda Jambi.

Kapolres Bungo AKBP Asep Amar kepada mediatransparency” kami dari Polres mendapat laporan dari satuan intelkam bahwa dua eskavator beroperasi dan akan kita tindak walau anggaran dari pemda tidak ada”,ujarnya di Mapolres Bungo, Sabtu (30/7/2016).

Jika Pemda memang sudah kewalahan dalam memberikan bantuan dana dalam pemberantasan PETI , tinggal aparatur hukum yang bekerja sendiri untuk masyarakat dalam pemberantasan PETI yang jelas merusak susunan ekosistem lingkungan.

Penulis : Aga/Almen.M
Editor : Dian Kristina

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *