Home BERITA TERBARU Kapolres Cirebon Kota Tinjau Langsung Daerah Terdampak Banjir Air Laut Pasang (rob)

Kapolres Cirebon Kota Tinjau Langsung Daerah Terdampak Banjir Air Laut Pasang (rob)

149
0

CIREBON, MEDIA TRANSPARANCY – Wilayah hukum Polres Cirebon Kota salah satunya memiliki kawasan pemukiman yang lokasinya berada dipinggir laut. Untuk mengetahui cuaca dan situasi pasang surut air laut, Polres Cirebon Kota melaksanakan pengecekan daerah terdampak banjir rob (air laut pasang) yang bertempat di wilayah Kp. Pesisir Utara Kel. Panjunan Kec. Lemahwungkuk Kota Cirebon yang dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota AKBP Syamsul Huda, Rabu (3/6/2020) malam sekira jam 21.30 Wib.

Kapolres Cirebon Kota didampingi Wakapolres, Kompol Ali Rais Indraha, Kasat Sabhara AKP Bekti Setiawan, Kasat Binmas AKP Acep Enda, Kasat Intelkam Iptu Jajang Wahyudin, Kasat Narkoba Iptu Arif Zaenal Abidin, Kapolsek Lemahwungkuk Iptu Abdul Majid, Kasubag Humas Polres Cirebon Kota Iptu Ngatidja, Kanit Binmas Polsek Lemahwungkuk Ipda Dadang Sopari, Bhabinkamtibmas Panjunan Aipda Agus RD, Piket Provos, Piket Lantas, Piket Intel dan Piket Humas. Jajaran anggota didampingi oleh Ketua dan Sekretaris RW. 10 Kel. Panjunan serta Ketua RT. 09 RW. 10 Kel. Panjunan Kec. Lemahwungkuk Kota Cirebon.

“Pengecekan oleh Bapak Kapolres Cirebon Kota beserta para PJU Polres Cirebon Kota tersebut adalah dalam rangka menindaklanjuti kejadian banjir rob yang terjadi pada hari Senin – Rabu tanggal 01 – 03 Juni 2020 di wilayah Kp. Pesisir Utara Kel. Panjunan Kec. Lemahwungkuk Kota Cirebon,” ujar Kapolres Cirebon Kota melalui Kasubag Humas.

Ditambahkan Kasubag Humas, daerah terdampak diantaranya RW. 10 Kelurahan Panjunan (air laut masuk ke rumah warga dengan ketinggian air sekitar 20 – 30 cm) terjadi banjir rob / air laut pasang pada Pukul 17.00 Wib dan terakhir air surut pada sekitar Pukul 19.00 Wib. Melanda di 4 RT, sebanyak 29 rumah dan 50 KK. Namun dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

“Lokasi pesisir merupakan daerah pemukiman padat penduduk yang membuat bangunan dengan memanfaatkan lahan tanah timbul (dengan mengurug pinggiran pantai), dan banjir rob diperkirakan adanya perubahan cuaca di laut saat bulan mendekati gerhana atau adanya fenomena alam,” pungkas Ngatidja.

Penulis: Yudi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here