banner 728x250

Kasektor CKTRP Jagakarsa Anggap Surat Camat ‘Sampah’, Wagub DKI: Kita Akan Selidiki

  • Share

MEDIA TRANSPARANCY – Pada tanggal 12 April 2021 silam, Camat Jagakarsa, Alamsah terpaksa harus berkirim surat kepada Kasektor Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kecamatan Jagakarsa, Budiono akibat maraknya bangunan melanggar di wilayah yang disebut derah resapan air di Jakarta Selatan tersebut.

Namun, surat Camt Jagakarsa tersebut sepertinya hanya dianggap ‘sampah’ oleh Kasektor CKTRP Jagakarsa, yang nota bene atasannya.

judul gambar

Terbukti, hingga saat ini proses pembangunan terhadap sekitar 22 unit bangunan rumah tinggal di Jalan Batu Belah RT 15/03 tetap membangun. Padahal, sebahagian besar izin bangunan tersebut tidak ada.

Begitu juga dengan puluhan pintu ruko di Jalan Moh. Kahfi I yang dibangun dengan izin rumah tinggal terus beraktivitas.

Menanggapi tidak adanya tindakan yang dilakukan Kasektor CKTRP Kecamatan Jagakarsa terhadap bangunan melanggar, padahal sudah disurati atasannya, Ketua LSM Graceindo, Sudirman Simarmata kepada Transparancy menyebutkan ada dua faktor penyebab.

“Ada dua faktor tidak adanya tindakan berarti yang dilakukan Budiono menanggapi surat atasannya. Pertama, surat camat hanya sandiwara. Kedua, Budiono terlibat dalam upaya melindungi bangunan melanggar tersebut,” ujarnya.

Dikatakan Sudirman, bahwa kemungkinan adanya sandiwara dalam surat menyurat Camat Jagakarsa sangat beralasan.

“Camat mengetahui keberadaan bangunan-bangunan melanggar tersebut dari infirmasi yang disampaikan masyarakat, media dan LSM, tapi tidak mau bertindak,” ungkapnya.

Sementara itu, jelas Sudirman, dugaan adanya kongkalikong antara Kasektor CKTRP dengan para pengembang sangat dimungkinkan.

“Indikasi adanya permainan Kasektor CKTRP Jagakarsa dengan pengembang bangunan melanggar tersebut sangat kentara. Sudah banyak media, LSM dan masyarakat yang menyoroti, bahkan atasannya sendiri sudah bersurat, tapi demi menhamankan bangunan-bangunan melanggar tersebut, surat atasannya aja dianggap sampah,” terangnya.

Untuk itu, pihanya meminta Inspektorat DKI untuk melakukan pemeriksaan terkait dugaan keterlibatan Kasektor Jagakarsa dalam membekingi bangunan tersebut.

“Inspektorat DKI harus melakukan pemeriksaan dugaan keterlibatan Kasektor CKTRP Jagakarsa dalam upaya melindungi bangunan tersebut,” paparnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Umum LSM Investigasi Fakta Hukum (Infakum), Jenri S. Dikatakannya, Kasektor CKTRP Kecamatan Jagakarsa adalah pejabat yang paling bertanggung jawab atas maraknya bangunan melanggar di wilayah hukumnya.

“Pemprov DKI telah menganugerahi jabatan dan tugas kepada Kasektor CKTRP Jagakarsa sebagai pengawas bangunan-bangunan yang menyalahi dan memberi sanksi. Jangan berubah jadi ‘beking’ bangunan melanggar,” cetusnya.

Sementara itu, Camat Jagakarsa, Alamsah memilih memblokir WhatsApp Media Transparancy karena konfirmasi bangunan melanggar di Jalan Batu Belah. Hal yang sama juga dilakukan Kasektor CKTRP Kecamatan Jagakarsa.

Wagub DKI, Ahmad Riza Patria yang dimintai tanggapannya lewat pesan singkat terkait dugaan keterlibatan oknum Sektor CKTRP Jagakarsa dalam ‘melindungi’ bangunan melanggar di wilayah tersebut berjanji akan melakukan penyelidikan.

“Saya akan perintahkan Inspektorat DKI untuk melakukan penyelidikan. Ini tidak bisa dibiarkan. Jika bangunan itu melanggar, harus ditindak,” jelasnya. Anggiat S

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *