banner 728x250

Kasektor CKTRP Jagakarsa “Pelototi” Bangunan Diduga Melanggar di Yaperjasa

  • Share

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Kepala Sektor Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kecamatan Jagakarsa, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Budiono benar-benar bak selebritis. Hampir setiap saat berbagai media mengulas dan menampilkan berita tentangnya.

Namun sayangnya, ketenaran Budiono saat ini bukan karena prestasinya selaku Kasektor CKTRP Kecamatan Jagakarsa, akan tetapi akibat buruknya kinerjanya, sehingga hampir tiap sudut wilayah Jakagarsa ditemukan bangunan melanggar dengan berbagai variasi pelanggaran.

judul gambar

Beberapa waktu lalu, media ini sudah menyoroti buruknya pengawasan yang dilakukan Sektor CKTRP Kecamatan Jagakarsa, dimana ditemukan puluhan unit ruko di Jalan Moch Kahfi I yang hanya menggunakan izin rumah tinggal.

Tidak hanya itu, ditemukan juga puluhan unit kontrakan plus lima unit kios di Jalan Nurul Iksan, yang disenyalir tidak memiliki IMB.

Terbaru, ditemukan juga bangunan rumah tinggal di Jalan Yaperjasa, yang mana senahagian dianyaranya tidak dilengkapi izin, dan juga melanggar perizinan.

Salah seorang staf Kecamatan Jagakarsa, yang tidak mau identitasnya dipublikasikan kepada Media Transparancy berujar, bahwa hampir semua bangunan melanggar di Jagakarsa sudah teridentifikasi CKTRP.

“Pak Budiono hampir semua tau bangunan melanggar di Jagakarsa,” ujarnya.

Dikatakannya, tidak semua bangunan melanggar akan dilakukan tindakan.

“Tidak semua yang melanggar iru ditindak. Sudah ada sudah ada kriteria-kriteria dan jalur-jalur tersendiri,” ucapnya.

Ketua Umum LSM Graceindo, Sudirman Simarmata yang kerap kali menyoroti maraknya bangunan melanggar di Kecamatan Jagakarsa menyebutkan, bahwa di DKI, Jagakarsa adalah “depot’ bangunan bermasalah.

” Kecamatan Jagakarsa merupakan ‘depotnya’ bangunan melanggar di DKI. Hampir tiao sudut ada,” terangnya.

Dikatakannya, oleh pejabat terkait di Kecamatan Jagakarsa,  maraknya bangunan melangar adalah “prestasi dan rezeki”.

” Tidak bisa dipungkiri, bangunan melanggar di Jagakarsa saat ini sudah dianggap seperti “asset” yang gampang menghadirkan fulus,” tuturnya.

Ditambahkannya, jika tidak segera tertangani, tata ruang di Kecamatan Jagakarsa akan kacau balau.

“Gubernur Anis harus sesegera mungkin menangani hal ini. Jika tidak, yang akan terjadi adalah, penataan ruang di Jagakarsa akan kacau balau. Yang kedua, korupsi lewat bangunan melanggar di.Jagakarsa akan semakineningkat,” sebutnya.

Ditempat berbeda, Ketua Umum LSM Gracia, Hisar Sihotang yang dimintai komentarnya menyebutkan, bahwa Budiono harus melakukan tindakan tegas terhadap para pelanggar.

“Dari dulu Yaperjasa marak bangunan melanggar. Tapi hingga saat ini tidak ada tindakan apa-apa. Budiono sepertinya ingin melindungi bangunan-bangunan melanggar tersebut,” ucapnya.

Dikatakan Hisar, pihaknya akan melalukan upaya hukum demi tegaknya aturan di DKI Jakarta.

“Mereka tau dan paham aturan. Digaji berdasarkan aturan, dan mereka bekerja untuk menegakkan dan menjalankan aturan. Jika tidak mampu menjalankan dan.menegakkan aturan, mereka tidak sepantasnya duduk disitu,” katanya.

Kasektor CKTRP Kecamatan Jagakarsa, Budiono yang dikonfirmasi lagi-lagi mempertontonkan sikap cueknya. (Anggiat S)

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *