Home NASIONAL KASUDIN KEBERSIHAN JAKARTA UTARA SIAP MENGELOLA SAMPAH MENJADI LISTRIK.

KASUDIN KEBERSIHAN JAKARTA UTARA SIAP MENGELOLA SAMPAH MENJADI LISTRIK.

364
0

JAKARTA, MEDIATRASNPARANCY.COM – Kota bersih dan hijau bukan semata-mata untuk meraih adipura, namun kebiasaan ini ingin dibangun sebagai tradisi masyarakat. Kota yang bersih, sejuk dan indah merupakan hasil kedisiplinan dan jerih payah dari masyarakat dan aparat pemerintah kota. Setiap warga membangun disiplin diri sendiri dan mengajak orang lain untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota, termasuk menjaga fasilitas umum yang sebenarnya untuk kepentingan warga.

Lingkungan yang bersih menurut Bondan Dyah Ekowati sebagai Kasudin Kebersihan Jakarta Utara, harus terjaga dan terpelihara dimana-mana sejalan dengan pertumbuhan kota. Tempat-tempat pembuangan sampah disediakan ditempat umum, sosial, terminal, pasar rumah sakit, sekolah dan kantor pemerintah. Selain kebersihan, penghijauan lingkungan kota juga jadi prioritas utama.

Di bulan januari yang lalu Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara. “Jakarta Utara itu sebuah kota yang memiliki posisi sangat strategis, karena pintu masuk dari darat, laut dan udara melewati kota tersebut, makanya tidak elok apabila orang yang masuk melihat wilayah utara yang kumuh,” kata Djarot.

Menurut Djarot, agar wilayah di Jakarta Utara terlihat bersih maka harus dibenahi sistem pengolahan sampahnya yang selama ini menggunakan sistem sanitary land fill. “Sistem tersebut sudah sangat ketinggalan dan tidak cocok untuk wilayah di DKI karena membutuhkan lahan dengan luas ratusan hektar. Beda halnya apabila sistem tersebut diterapkan di daerah pedesaan yang lahannya masih luas,” kata Djarot. teknologi yang digunakan akan melibatkan pihak swasta asing. Sedangkan untuk membangun tempat pengolahan sampah sebagai penghasil tenaga listrik, membutuhkan area seluas 2,5 hektar.

listrik yang didapatkan dari pengolahan sampah tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengaliri rumah susun sewa (rusunawa) milik Pemprov DKI, sedangkan abunya dapat digunakan untuk campuran semen dan pembuatan paving block. Jakarta Utara di pilih sebagai lokasi pertama yang direncanangkan untuk penerapan sistem tersebut karena produksi sampahnya termasuk yang terbesar di Jakarta.

“Untuk mendukung program unggulan pimpinan (Djarot Saiful Hidayat) tersebut, kami saat ini akan meningkatkan rit perjalanan truk sampah yang kami miliki dari satu rit menjadi dua rit, selain itu para petugas kebersihan kami selalu rutin mengosongkan sampah di tempat penampungan sementara,” kata Bondan Dyah Ekowati, Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara, setuju dan menyanggupi permintaan dari pimpinannya itu. Sebab, saat ini di Jakarta Utara sendiri, sampah yang dihasilkan mencapai 11.000 ton setiap harinya.

Saat ini, Bondan menilai dengan jumlah armada truk sampah yang dioperasikan Pemkot Jakarta Utara sekitar 204 truk, pihaknya tidak kesulitan mengejar target yang dipatok Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. “Dengan jumlah truk yang ada, pasokan sampah yang dibutuhkan buat hasilkan listrik pasti terpenuhi,” jelas Bondan.

Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara itu yang dikenal blusukan sebagai mantan camat menteng mengungkapkan, untuk mengubah sampah menjadi listrik, kendala yang dihadapinnya ialah pembebasan lahan. Saat ini, banyak lokasi di Jakarta Utara yang masih dihuni warga meskipun di atas tanah negara. Untuk itu, pihaknya, kata bondan akan menggandeng beberapa instansi yang ada untuk proses pembebasan lahan. “Saat saya turun ke lapangan, saya melihat salah satu lahan di Marunda. Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan Wali Kota dan instansi terkait untuk pembebasan lahan,” kata Bondan. (Hendrawan & Azis Legawa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here