banner 728x250

Kasus Penganiayaan Terungkap Dalam Persidangan Pelapor Duluan Pukul Terdakwa

  • Share

Jakarta,meditransparancy.com  –Pemeriksaan keterangan saksi saksi dalam persidangan lanjutan kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) terungkap, bahwa kejadian bermula dari pemukulan yang di lakukan pelapor Andy Cahyadi terhadap terdakwa Guan Wenhai.

Pemeriksaan saksi yang dipimpin majelis hakim Agus Dharwanta, di dampingi hakim anggota DJuyamto dan Srutopo Mulyono, menghadirkan dua orang saksi yakni Feng Qiu Ju isteri terdakwa dan anaknya Dong Dan, yang melihat dan mendengar kejadian antara suaminya dan pelapor.

judul gambar

Menurut keterangan saksi yang menggunakan penerjemah bahasa Mandarin itu mengatakan, kejadian nya karena terdakwa Guan Wenhai dipukul duluan oleh pelapor dari belakang saat terdakwa bersama isteri dan anaknya  didepan rumah yang dia kontrak.

Menjawab pertanyaan majelis hakim, apakah saat kejadian yang kamu lihat wajah pelapor ada luka atau lebam, saksi Dong Dan mengatakan tidak ada. “saat kejadian tidak ada luka di wajah pelapor, terdakwa lah yang mengalami luka di wajahnya, malah saksi juga mengalami memar ditangan karena kena pukulan saat melerai ayahnya berkelahi dengan pelapor jadi ikut kena pukul, bagian tangan ada luka lebam saat itu”, ujarnya.

Saksi menambahkan, pihaknya juga sempat merekam dengan handphon (hasil videonya diperlihatkan ke majelis hakim dipersidangan) dimana kejadian pemukulan yang dilakukan pelapor namun rekamannya direkam  hanya sebentar tidak panjang. Saksi saat itu berkata kalau Andy (pelapor) masih tetap memukul akan dilaporkan kepolisi.

“Saat kejadian itu berlangsung saksi sempat masuk rumah memanggil Ibunya Feng Qiu Ju, untuk melerai tapi saat ibunya keluar rumah pelapor tetap memukul terdakwa”, kata saksi, 01/02/2021.

Sementara dalam persidangan sebelumnya, dua orang saksi yakni, Security Perumahan Di PIK, Sigit Tri Subagya dan Egia Rustandi, di hadapan majelis hakim mengaku tidak melihat terjadinya penganiayaan atau pemukulan yang dilakukan terdakwa kepada Andy Cahyady.

Saksi hanya menerima laporan adanya keributan percekcokan antara terdakwa  Guan Wenhai dan pelapor Andy Cahyadi  dirumah Zhang Hong, di Perumahan Pluit Penjaringan, Jakarta Utara, hanya melihat Cekcok tidak ada keributan lagi. Namun, “pengakuan korban Andy Cahyadi Dia dipukul dan ada luka di bibirnya, sementara kami juga melihat terdakwa Guan Wenhai juga ada luka lebam. Jadi keduanya ada luka, pak,” kata Sigit, komandan regu Security Perumahan dalam persidangan sebelumnya.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum Suartini disebutkan, saat kejadian itu terdakwa dan keluarganya tinggal mengontrak di rumah Zhang Hong, dimana korban Andy Cahyady sering datang kerumah Zhang Hong.

Menurut tim penasehat hukum terdakwa, Adi Darmawansyah SH MH, Arif Rachman Hakim SH, Marna ina SH, Nugrah Dovristyadi SH MH, pada wartawan mengatakan, tidak mungkin pengontrak melarang kekasih pemilik rumah untuk masuk kedalam rumah pemilik.
“Tidak logika pula membuat laporan dugaan tindak pidana penganiayaan dengan hasil visum yang terjadi dua tahun sebelumnya sebab, hasil pemeriksaan pertama kalaupun benar itu diperiksa tentu hasilnya berbeda dengan hasil visum Februari 2020”, ucapnya.

Menurut Marna lna SH, awalnya perselisihan terjadi saat Guan Wenhai menagih uangnya hutang Andy Cahyady akan tetapi terdakwa malah mendapat pukulan bertubi-tubi dari Andy. Atas kejadian itu Guan Wenhai melaporkan Andy Cahyadi ke Polisi dan oleh Pengadilan Andy dihukum 6 bulan penjara.

Sementara, peristiwa pemukulan pertama dilakukan Andy Cahyadi pada Guan Wenhai terjadi 17 Agustus 2018. Saat itu korban tidak melaporkannya sebab ke esok harinya tanggal 18 Agustus 2018 Guan Wenhai berangkat ke Cina.
Ironisnya, sepulangnya dari Cina 28 Agustus 2018 mereka masih tinggal di rumah Zhang Hong. Ketika  sekitar bulan desember Guan Wenhai bersama istrinya Feng Qiu Ju dan anaknya perempuan Dong sedang makan malam dirumah Dan tiba tiba Andy Cahyadi datang sambil membawa tongkat besi dan memukul Guan Wenhai karena itulah Andy Cahyadi saat ini menjadi terpidana”, ujarnya.

Ditambahkan, setelah bebas dari penjara, Andy Cahyady bersama oknum pengacaranya melaporkan Guan Wenhai ke Polda Metro Jaya, dengan pasal yang sama. Namun aneh “laporan tersebut hanya berdasarkan pemeriksaan hasil rekam medis (visum) Andy Cahyady yang terjadi sekitar dua tahun lalu dari Rumah Sakit (RS) Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara” , kata Marna Ina SH.

Menyikapi keterangan saksi saksi Andy Cahyadi tidak memberikan tanggapan saat diminta komentarnya usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 01/02/2021

Penulis : P. Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *