Home HUKUM Kasus Pengeroyokan Pelajar Diwilayah Pademangan

Kasus Pengeroyokan Pelajar Diwilayah Pademangan

324
0
Tampak San Long, korban pengeroyokan di Pademangan Jakarta Utara

Kinerja Aparat Kepolisisan Jakarta Utara Dipertanyakan

JAKARTA UTARA, TRANSPARANCY. COM – Melindungi dan melayani masyarakat adalah motto Kepolisian Republik Indonesia, rupanya itu hanyalah selogan belaka hal ini justru berbeda yang dialami oleh korban yang bernama San Long dimana terjadi pengeroyokan diwilayah pademangan Jakarta Utara(Kamis 9 Januari 2015).

IMG-20150420-WA0000-1

Peristiwa ini mengingatkan kita akan lemahnya kinerja Kepolisian, masih banyak yang harus dibenahi ditubuh kepolisian Republik Indonesia khususnya dalam hal melayani dan melindungi masyarakat, Ini jelas-jelas tindak pidana tentang perlindungan anak, kejadadian ini bermula dari dua orang pelaku yang bernama SHINDY dan HENDRY terhadap korban SAN LONG yang masih duduk dibangku Kelas satu SMK Harapan Mulia. Pada saat korban dan saksi ANDRIANTO sedang memperbaiki sepeda motor dijalan Waspada Raya Pademangan Barat Jakarta Utara, melintas para pelaku dengan menggunakan sepeda motor, tidak lama kemudian para pelaku putar balik dan menghampiri korban (San Long). Selanjutnya terjadi pembicaraan antara kedua pelaku dengan korban kemudian antara korban dan pelaku terjadi cek-cok mulut, hingga kemudian terjadi pemukulan yang dilakukan oleh kedua para pelaku.

Merasa kurang puas para pelaku kembali merencanakan pada malam harinya untuk mengeroyok sikorban tepatnya dijalan Rajawali Selatan Mokmer Jakarta Pusat, korban dipukuli hingga terjatuh dan diinjak-injak oleh pelaku SHINDY. Kemudian korban SAN LONG dilarikan kerumah sakit Husada untuk mendapatkan pertolongan pertama di ruang UGD dan di Visum sebagai bukti dasar pelaporan kepada pihak kepolisian.

Selanjutnya Pelaporan ini dilimpahkan ke POLRES Jakarta Utara, dengan Tanda Bukti Lapor Nomor TBL/164/1/2015/PMJ/Dit Reskrimun pada tanggal 15 Januari 2015, Pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan yang terjadi di bengkel Pariasi samping Pasar Impres Pademangan Barat Jakarta Utara. Saat di konfirmasi oleh wartawan diruangan Kanit Resmob Jakarta Utara mengatakan “Berkas laporan sudah saya terima dan saya langsung terjun kelapangan memanggil para pelaku dan saksi-saksi untuk dimintai keterangan, dan para pelaku belum bisa kami tangkap, harus menungu tanda tangan kasat dulu, ujar penyidik, selanjutnya kami harus mengambil surat visum dari RS. Husada ujar penyidik kepada L. T Herman (wartawan Investigasi Tipikor) kemudian herman menceritakan perihal kejadian tersebut kepada awak media lain.

Herman menceritakan bahwa pengambilan surat visum dari RS Husada dikenakan biaya sebesar Rp. 900.000 untuk biaya Dokter, serta untuk biaya transport dan pemanggilan saksi penyidik juga meminta sebesar Rp. 500.000 mendengar hal itu Herman yang juga adalah kakak korban sontak memberikan permintaan penyidik. Ditambahkan orang tua SAN LONG, TJIA A TJIN ’’saya meminta keadilan yang seadil-adilnya dan bertanggung jawab atas pengeroyokan serta perencanaan pemukulan terhadap anak saya, kami berharap kepada jajaran kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polres Jakarta Utara untuk segera menangkap pelaku dan serta memproses pelaku.(Mur,Azis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here