banner 728x250

Kejagung Tangkap Ervan Fajar Mandala Terpidana Korupsi Penempatan Investasi PT. Askrindo (Persero)

  • Share

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Kejaksaan Agung (Kejagung), melalui program tim Tangkap Buronan (Tabur) berhasil menangkap terpidana 15 tahun penjara Ervan Fajar Mandala, selaku Direktur PT. Realiance Aset Management, Minggu 7/02/2021.

Ervan Fajar Mandala menjabat sebagai Direktur PT Realiance Aset Management yang bertindak sebagai Manager Investasi untuk penempatan Investasi PT Askrindo (Persero), dimana perbuatannya melakukan Korupsi terjadi pada tahun 2006-2010. Atas perbuatannya tersebut sehingga mengakibatkan kerugian perusahaan plat merah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Askrindo (Persero) mencapai 90 miliar rupiah.

judul gambar

Terpidana yang disidangkan pada tingkat pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hingga menempuh upaya hukum banding dan Kasasi dari Mahkamah Agung (MA) telah berkekuatan hukum tetap. Perkara No.1621 K/Pidsus/2013 tanggal 8 Oktober 2013 itu, dalam putusan Kasasi MA, menghukum Ervan Fajar Mandala terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar hukum, melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Atas perkara tersebut, penangkapan Ervan dibenarkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum Kejagung), Leonard Ebenezer Simanjuntak.

Menurut Kapuspenkum, terpidana buronan yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak tahun 2013, oleh tim Tabur Kejagung, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus). “Setelah dilakukan pengintaian Tim Tabur berhasil menangkap terpidana Evan Fajar Mandala di wilayah Bintaro,Tangerang Banten, Minggu 7/02/2021 pukul 01.00 WIB, dini hari”, ujar Leo.
Dalam perkara tersebut, terpidana dihukum selama 15 tahun penjara, denda 1 miliar rupiah dan membayar uang pengganti atas korupsi yang dilakukan sebesar 796.387.077 juta rupiah. Sementara, Kapuspenkum berharap dan menghimbau, terhadap seluruh buronan Kejaksaan Agung supaya mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan hukum dengan menyerahkan diri sebelum di tangkap tim Tabur. “Tidak akan aman dan tidak ada tempat persembunyian kepada siapa pun yang masuk dalam daftar buronan Kejagung”, kata Leonard.

Penulis : P. Sianturi
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *