banner 728x250

Kejaksaan Diminta Periksa Realisasi BOS UPT SDN Percobaan

  • Share

MEDAN, MEDIA TRANSPARANCY – Realisasi dan penyaluran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) diminta dilakukan audit secara menyeluruh.

Pasalnya, pihak sekolah hingga saat ini terkesan tertutup terkait realisasi dan penyaluran dana BOS untuk sekolah tersebut.

judul gambar

Kepala Sekolah UPT SDN Percobaan Medan Baru, Paujia Rosmini yang dikonfirmasi terkait penyaluran dan realisasi dana BOS sekolah tersebut mulai tahun ajaran 2016/2017, 2017/2018, 2018/209 dan 2019/2020, tapi yang bersangkutan lebih memilih bungkam.

Data yang diperoleh Media Transparancy, untuk tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa sebanyak 900 dana BOS yang diterima sekolah tersebut sebesar Rp 720.000.000.

Untuk tahun ajaran 2017/2018 dengan jumlah siswa sebanyak 930 siswa, dana BOS yang diterima sebesar Rp 744.000.000.

Sedangkan unutuk tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa 876, dana BOS yg diterima sebesar Rp 700.800.000.

Dan tahun ajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa 755, dana BOS yang diterima sebesar Rp 679.500.000.

Dari jumlah total dana BOS yg diterima, sebanyak 20 persen diperuntukkan buat pembelian buku.

Namun, keberadaan buku hasil pembelian dengan menggunakan dana BOS menjadi tanda tanya besar.

Pasalnya, setiap siswa yang naik kelas akan mengembalikan buku pelajaran yang diperoleh, dan buku tersebut akan dipakai kembali adik kelasnya.

Ketua Umum LSM Gerakan Cinta Entitas Indonesia (Graceindo), Sudirman kepada Media Transparancy menyebutkan, bahwa salah satu kegunaan dana BOS adalah untuk pengadaan buku di sekolah, sehingga ada ketentuan untuk penggunaan dana BOS 20 persen untuk pembelian buku.

“Nah, yang menjadi masalah terbesar adalah, adakah buku tersebut dibeli? Apa bukunya, dan dimana keberadaannya,” ujarnya.

Dikatakan Sudirman, setiap siswa hanya mendapatkan buku mata pelajaran peninggalan kakak kelasnya.

“Jika itu murid baru, buku yang diterima adalah buku bekas kakak kelasnya yang naik kelas, dan begitu seterusnya. Untuk siswa yang lulus, harus mengembalikan buku yang pernah dipakainya. Jadi tidak ada siswa yang memperoleh buku yang baru,” ungkapnya.

Untuk itu, Sudirman meminta aparat terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait realisasi dan penyaluran dana BOS di SDN Percobaan Medan Baru tersebut.

“Harus dilakukan auditoring secara menyeluruh. Jika benar dugaan kita, anggaran 20 persen untuk pembelian buku tersebut terindikasi diselewengkan,” tuturnya. Anggiat

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *