banner 728x250

Kejaksaan Kembali “Goyang” Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas Bina Marga DKI

  • Share

MEDIA TRANSPARANCY – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta telah meningkatkan perkara dugaan korupsi pengadaan alat berat penunjang perbaikan jalan Pemprov DKI tahun anggaran 2015 yang silam ke tahap penyidikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI, Ashari Syam kepada wartawan, Jumat (23/7).

judul gambar

Dikatakannya, bahwa hasil ekspose kasus tersebut telah sampai ke tahap penyidikan.

“Hasil ekspose penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat-alat berat penunjang perbaikan jalan pada UPT Alkal Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2015 ditingkatkan ke tahap penyidikan,” katanya.

Disebutkan Ashari,   pihaknya menemukan dugaan penggelembungan anggaran pelaksanaan pengadaan alat berat untuk perbaikan jalan pada 2015 di Pemprov DKI Jakarta tersebut yang ditaksir mencapai Rp13,4 miliar.

“Kasus tersebut telah memenuhi syarat berdasarkan bukti permulaan yang cukup untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ujarnya.

Namun Ashari tidak merinci siapa saja pihak yang telah diperiksa dan berpotensi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya, Kejaksaan telah memeriksa Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yusmada Faizal pada April 2021, yang mana Yusmada merupakan  Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta ketika proyek tersebut bergulir

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa hingga saat ini Yusmanda belum dinonaktifkan dari jabatan Kadis SDA.

Riza menyatakan pihaknya tengah menunggu hasil dari pemeriksaan tersebut.

“Pemeriksaan itu biasa. Pengecekan pemeriksaan saya kira Pak Yus bisa menghadapinya dengan baik,” ujar Riza.

Sebelumnya Ditkrimsus Polda Metro Jaya telah menangani kasus dugaan korupsi pengadaan alat berat ini dan menetapkan dua tersangka, yakni Irianto selaku Dirut PT DMU dan Hamdan selaku Kepala Unit UPT Bina Marga DKI Jakarta.

Padahal banyak pihak diduga ikut terlibat, namun kenapa pengusutan yang dilakukan Polda Metro Jaya berhenti sebatas hanya dua tersangka saja.

Namun data yang diperoleh Transparancy menyebutkan,  pada tahun anggaran 2015,  UPT Peralatan dan Perbekalan (UPT Alkal) Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta melakukan pekerjaan pengadaan dengan metode belanja langsung secara elektronik (E-purchasing) melalui aplikasi e-katalog.

Pemprov DKI Jakarta menganggarkan uang sebanyak Rp 30.272.009.091 untuk pengadaan alat berat penunjang perbaikan jalan.

Untuk pelaksanaan pihak Dinas Bina Marga menunjuk PT Dorma Ma Uli (DMU) sebagai penyedia barang 19 paket alat-alat berat penunjang perbaikan jalan tersebut.

Berdasarkan dokumen pembayaran Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) diketahui,  bahwa rekanan pelaksana pengadaan, PT DMU selaku penyedia, telah menerima pembayaran senilai Rp. 30.272.009.091, namun kala itu,  barang yang diserahkan kepada Dinas Bina Marga DKI terindikasi tidak sesuai dengan barang yang ditawarkan dan ditayangkan dalam e-katalog.

Paket dimaksud berupa folding crane truck yang terpasang dalam unit sasis kendaraan tidak diyakini keasliannya bermerk Pakkat Floding Crane Laddertype PAKC3200 seperti ketentuan kontrak.

Kuat dugaan,  penyedia melakukan manipulasi dan merekayasa seolah-olah Folding crane merk Pakkat Floding Crane Ladder type PAKC3200 yang diimpor dari Amerika Serikat.

Dugaan ini diperkuat karena pihak PT DMU tidak bisa membuktikan keaslian dokumen Pemberitahuan Imbor Barang (PIB) No pengajuan 000000-006666-20-000983 dengan pemasok.

Begitu juga paket Pakkat Road Technology LLC dari United States (US). Ini terungkap karena hasil pemeriksaan pihak Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara tidak menemukan proses impor barang dimaksud dalam data base Bea Cukai.

Hasil penelusuran terungkap bahwa 11 unit barang Folding Crane Truck diperoleh dari PT HI.

Data yang diperolah menyebutkan, pada Oktober 2015 telah terjadi transaksi penjualan crane dengan seri HB60 yang diantaranya crane dengan 11 nomor seri. Harga jual produk ini  hanya senilai Rp 163.900.000.

Begitu juga untuk barang Baby Roller Double Drum, Jack Hammer/Petrol Breaker, Stamper Kodok/Vibrator Plates/Plate Compactor dan Concrete cutter/Aspalt Cutter diketahui tidak sesuai spesifikasi teknis barang yang ditawarkan dan ditayangkan dalam e-katalog.

PT DMU diduga melakukan rekayasa pemalsuan dokumen PIB Nomor 000000-006666-20151020-000983 dari Pakkat Road Technology LLC United States (US). Aslinya, barang yang impor dari China dengan pemasok SHENZHEN NICE FIT IMP & EXP CO LTD.

Yang cukup mengagetkan,  hasil pemeriksaan BPK ternyata PT Dor Ma Uli belum terdaftar sebagai agen/distributor pada Kementerian Perdagangan untuk produk Pakkat Road Maintenace Truck PRMT-C3200 dari produsen Pakkat Technology, LLC. Anggiat S

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *