JAKARTA, MediaTransparancy.com |Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak cepat memulihkan akses air bersih bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri PU, Dody Hanggodo, menginstruksikan jajarannya untuk merampungkan pembangunan 86 unit sumur bor sebelum memasuki bulan suci Ramadan tahun ini.
Instruksi tegas ini ditujukan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air dan Ditjen Cipta Karya sebagai bagian dari prioritas utama masa pemulihan pascabencana.
“Ketersediaan air adalah urusan fundamental. Targetnya, sebelum bulan Ramadan, sumur-sumur bor ini sudah harus tuntas dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” tegas Menteri Dody saat meninjau progres pekerjaan.
Sebaran Titik Strategis dan Kualitas Air
Hingga 27 Januari 2026, pembangunan terkonsentrasi di titik-titik vital pelayanan publik seperti masjid, pasar, puskesmas, rumah sakit, perkantoran, hingga sekolah. Adapun sebarannya meliputi:
-
Provinsi Aceh: 67 unit sumur bor.
-
Provinsi Sumatera Barat: 19 unit sumur bor.
-
Provinsi Sumatera Utara: Fokus pada optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang sudah ada.
Kementerian PU mengombinasikan dua jenis teknologi sumur berdasarkan kebutuhan:
-
Sumur Bor Air Dalam: Kedalaman >80 meter dengan kualitas air “premium” yang memenuhi standar air minum.
-
Sumur Bor Dangkal: Difokuskan untuk kebutuhan domestik (mandi, cuci) serta pembersihan sisa lumpur pascabencana.
Keunggulan Teknis dan Keberlanjutan
Untuk menjamin pasokan air yang stabil, penentuan titik bor didasarkan pada survei geolistrik. Secara teknis, sumur dalam dirancang dengan diameter >4 inci dan dilengkapi dengan logging test serta pumping test untuk memastikan debit air stabil di atas 2 liter per detik.
Setiap unit sumur bor juga dibekali fasilitas pendukung lengkap, antara lain:
-
Pompa submersible berkualitas tinggi.
-
Rumah tenaga listrik dan reservoar/toren kapasitas minimal 1.000 liter.
-
Hidran umum untuk akses warga.
Secara kualitas, parameter air telah diuji dengan hasil yang aman (pH ±7,1 dan kadar besi di bawah 1 mg/l), sehingga layak mendukung operasional fasilitas pelayanan publik.
Progres Konstruksi dan Komitmen Build Back Better
Saat ini, progres konstruksi untuk sumur bor dangkal telah mencapai 53%, sementara sumur bor dalam berada di angka 15%. Infrastruktur ini juga diproyeksikan sebagai pendukung agar 176 unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak bencana dapat kembali beroperasi secara optimal.
Langkah akselerasi ini merupakan perwujudan prinsip Build Back Better (membangun kembali dengan lebih baik) sekaligus bagian dari capaian program “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam mengimplementasikan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat #SetahunBerdampak
Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) adalah pilar utama pembangunan infrastruktur nasional di bawah Kabinet Merah Putih. Bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Kementerian PU fokus pada pembangunan jalan, jembatan, dan pengelolaan sumber daya air demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Sejak 21 Oktober 2024, Kementerian ini dipimpin oleh Menteri Dody Hanggodo.















