banner 728x250

Kejari Jakut Eksekusi Peter Sidharta Terpidana 2 Tahun Penjara Kasus Pemalsuan Data Otentik

  • Share

MEDIATRANSPARANCY -Peter Sidharta terpidana 2 tahun penjara dalam kasus pemalsuan data otentik surat tanah, langsung di eksekusi Tim Jaksa eksekutor atau Tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan Negeri  (Kejari) Jakarta Utara terdiri dari Tim Intelijen dan Pidana Umum.

Eksekusi yang dilakukan eksekutor tersebut berdasarkan upaya hukum Kasasi yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang saat itu di pimpin Tumpanuli Marbun didampingi hakim anggota Tiares Sirait dan Budiarto.

judul gambar

Majelis hakim ditingkat pertama memutuskan, terdakwa Peter Sidharta, melakukan adanya perbuatan tapi bukan pidana (bukan pidana tapi perdata putusan Onslahc), sehingga saat itu terdakwa tidak ditahan dan dibebaskan dari hukum pidana. Atas putusan tersebut JPU langsung menyatakan upaya hukum Kasasi dan ternyata hakim Mahkamah Agung menganulir putusan majelis tingkat pertama dan menghukum terdakwa.

Putusan MA, RI, berdasarkan petikan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 53 K/Pid/2021 tanggal 02 Februari 2021 yang menyatakan Terdakwa Peter Sidharta terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar hukum, melakukan tindak pidana pemalsuan surat dan dijatuhkan pidana sebagaimana pasal pemalsuan surat (data otentik). “Oleh karena itu, dipidana penjara selama 2 (dua) tahun berdasarkan Petikan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 53 K/Pid/2021 tanggal 02 Februari 2021,” demikian petikan putusan hakim MA RI.

Terkait putusan Kasasi, sebagaimana perintah undang undang terhadap Kejaksaan selaku eksekutor putusan. Pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, langsung mengamankan kan (mengeksekusi) terpidana Peter Sidharta, Jumat, 7/5/2021.

Sebagaimana disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, I Made Sudarmawan, melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Mohamad Sofyan Iskandar Alam, dalam rilisnya mengatakan eksekusi terhadap terpidana Peter Sidharta ( 67) dilaksanakan hari Jum’at 7 Mei 2021 pada pukul 10.00 s/d 10.45 Wib. Terpidana dijemput tim eksekutor di Perumahan Komplek Green Ville BJ Nomor 22 RT 009/014, Kelurahan Duri, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Administrasi Jakarta Barat.

Eksekusi tersebut, berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (P-48) Nomor Print-312/M.1.11/E.3/03/2021 tanggal 30 Maret 2021.  Setelah dilakukan pengamanan terhadap Peter Sidharta langsung dilakukan Tes Swab antigen oleh Tim dokter pada klinik Kejari Jakarta Utara, dan selanjutnya dibawa menuju ke Rutan (Rumah tahanan) Cipinang untuk menjalani hukumannya sesuai putusan Mahkamah Agung.

Menyikapi eksekusi terhadap terpidana Peter Sidharta, penasehat hukum korban pemalsuan data otentik, Jamian Purba SH MH, mengatakan, sangat mengapresiasi putusan MA yang menghukum terdakwa atas perbuatannya. Dari berkas perkara penyidikan dan alat bukti dalam persidangan sudah jelas perkara tersebut merupakan perbuatan pidana dalam hal pemalsuan surat atau data otentik terkait surat tanah tidak sengketa yang dibuat terdakwa atas tanah yang berlokasi di Penjaringan Jakarta Utara, milik pelapor Klian kami. Dalam hal ini kami selaku korban sangat mengapresiasi putusan MA dan eksekusi yang dilakukan pihak Kejaksaan”, kata Jamian, 11/5/2021.

Penulis : P. Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *