banner 728x250

Kejari Jakut Seret Jimmy Wirianto Pelaku Penipuan dan Pencucian Uang Duduk Di Kursi Pesakitan

  • Share

TRANSPARANCY– Jimmy Wirianto alias Fen Fen (50), warga Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, harus berurusan dengan hukum di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) guna pertanggung jawaban perbuatannya dihadapan hukum.

Jimmy disidangkan melalui vitron, mendengarkan dakwaan jaksa atas dugaan perbuatan melakukan penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap saksi korban Lin Niko Yeheskiel. Dalam dakwaan jaksa disebutkan, terdakwa Jimmy melakukan aksinya sekitar bulan Maret dan April tahun 2020, di Villa Gading Blok H 7, Kelapa Gading Jakarta Utara

judul gambar

Terdakwa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu, atau martabat palsu dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang maupun menghapus piutang.

Terdakwa membicarakan dan menawarkan sama korban Lin Niko, ada perusahaan Securitas yang akan di jual yakni PT. Redialindo Mandiri Securitas, seharga 150 milliar rupiah. Namun oleh terdakwa harga tersebut turun menjadi 100 miliar rupiah.

Menurut jaksa Penuntut Umum Yonard, dalam pembicaraan terdakwa dengan korban, terdakwa menawarkan untuk membeli perusahaan jasa keuangan tersebut dengan pembagian modal sebesar 60 persen untuk terdakwa dan 40 persen untuk saksi. Terdakwa mendesak korban dengan mengatakan, pemilik perusahaan buru buru untuk menjual perusahaan Securitas tersebut sehingga harus segera dibayar.

Dihadapan majelis hakim pimpinan Dodong Iman, jaksa mengatakan, atas bujuk rayuan dan perkataan bohong yang di sampaikan terdakwa, sehingga korban tertarik lalu memberikan uang kepada terdakwa dengan cara transfer beberapa kali kerekening terdakwa hingga mencapai 24 miliar rupiah.

Namun apa yang terjadi, usaha Securitas tersebut tunggu demi tunggu tidak ada. Bahkan terdakwa telah mentransfer uang yang dikirim korban ke beberapa nomor rekening lain. Dalam kejadian tersebut korban mengalami kerugian hingga puluhan milliar rupiah, sehingga korban melaporkan ke aparat Kepolisian guna penyelesaian hukum, kata Jaksa 20/4/2021.

Hingga berita ini diturunkan terkait kebenaran dakwaan jaksa, pihak terdakwa ataupun penasehat hukum terdakwa belum dapat dikonfirmasi.

Penulis : P. Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *