banner 728x250

Keluarga Suharto Tak Berkutik Pengelolaan TMII Diambil Alih Pemerintah

  • Share

MEDIA TRANSPARANCY – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 19 Tahun 2021, tentang pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang akan diambil alih pemerintah. Perpres tersebut di dalamnya telah mengatur penguasaan dan pengelolaan TMII yang nantinya akan dilakukan Kemensetneg, sehingga bukan lagi dikelola Yayasan Harapan Kita seperti yang berjalan selama ini.

“Seluruh yang berhubungan dengan pengambil alihan dan pengelolaan TMII, telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII yang di tanda tangani Presiden Joko Widodo pada 31 Maret 2021, berlaku 1 April tahun 2021 sejak diundangkan, ujar Mensesneg Pratikno dalam siaran persnya 7/4/2021.

judul gambar

Menurut Pratikno, sejumlah alasan dan kajian yang dilakukan pemerintah untuk mengambil alih pengelolaan TMII. Termasuk kajian dari tim legal Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), demikian juga hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sebelumnya telah melakukan audit keuangan terhadap pengelolaan TMII dibawah pengelolaan Yayasan Harapan Kita.

Sebagaimana hasil audit BPK menyimpulkan, untuk pengelolaan TMII perlu dilaksanakan yang lebih baik. “BPK Januari 2021 menemukan laporan tahun 2020 yang kurang sehat, sehingga merekomendasikan ke pemerintah harus ada pengelolaan yang lebih baik dari Pemerintah terhadap aset milik Negara tersebut”, ujar Pratikno.

Mensesneg menambahkan, setelah diterbitkannya Perpres 19 tahun 2021 untuk pengelolaan TMII, pemerintah melalui Kementerian Sekretaris Negara, memberikan waktu tiga bulan kepada managemen dengan Yayasan Harapan Kita sebagai masa transisi atau tenggang waktu selama tiga bulan untuk menyusun dan membuat laporan pengelolaan TMII yang akan diserahkan ke tim transisi yang ditunjuk pemerintah.

Sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 19 Tahun 2021, Yayasan Harapan Kita dilarang membuat dan mengubah isi perjanjian tentang pengelolaan TMII kepada pihak lain kecuali ada persetujuan tertulis dari Kemensetneg. Yayasan Harapan Kita tidak diperbolehkan mengganti susunan pengurus, manajemen pengelolaan TMII jika tidak ada rekomendasi tertulis dari Kemensesneg.

Pemerintah juga menjamin seluruh pegawai, staf pengelola TMII tetap bekerja dan mendapat upah selama masa transisi dan selama tiga bulan ke depan aktifitas yang ada di TMII tetap berjalan seperti biasa tanpa ada yang berubah. Sementara terhadap tim transisi Mensesneg meminta supaya membuat manajemen baru sekaligus memperbaiki kesejahteraan pegawai dan mengganti pengelola mitra yang baru untuk mengelola TMII seluas 146,7 hektar tersebut.

Pratikno berharap, dengan pengambil alihan pengelolaan TMII, lokasi rekreasi masyarakat itu akan lebih bermanfaat bagi masyarakat dan bermanfaat terhadap Negara Kesatuan Indonesia. “Bisa menjadi taman pelestarian yang menjadi pengembangan budaya bangsa, sebagai lokasi pendidikan atau edukasi dan juga menjadi taman Kebudayaan yang setara dengan negara-negara luar”, ungkapnya.

Selama 44 tahun pengelolaan TMII dikendalikan Yayasan Harapan Kita yang didirikan Isteri Suharto Presiden RI yang ke dua, Siti Hartinah (Tien Suharto) tahun 1968 lalu. Sejak saat itu TMII dikelola keluarga Suharto yang sering disebut keluarga Cendana.

Sementara Yayasan Harapan Kita saat ini didalamnya masih ada nama keluarga Suharto, yang mana sebagai pembina adalah Soehardjo, Bambang Trihatmodjo, Rusmono dan juga nama Siti Hardiyanti Indra Rukmana menjabat Ketua Umum Yayasan.

Istri Presiden RI Soeharto Siti Hartinah ( Tien Soeharto) mendirikan Yayasan Harapan Kita tanggal 23 Agustus 1968, berarti sudah 53 tahun Yayasan Harapan Kita beroperasi. Menyikapi pengambilalihan pengelolaan TMII itu, pihak Yayasan Harapan Kita belum dapat diminta tanggapannya.

Penulis : P. Sianturi
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *