Home News Kemendikbud Akan Bangun 362 Toilet Sekolah di Daerah Perbatasan

Kemendikbud Akan Bangun 362 Toilet Sekolah di Daerah Perbatasan

237
0
Foto: Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wowon Widaryat dalam Diskusi Sanitasi Sekolah

JAKARTA, Mediatransparancy.com – Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Dikdasmen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wowon Widaryat mengatakan, pihaknya membangun 362 toilet di berbagai sekolah yang terletak di daerah pinggiran, terluar dan perbatasan.

“Kami menyediakan anggaran Rp 80 juta untuk stimulan bagi pemkab/ kota sebagai percontohan, sehingga dapat menjadi model bagi pembangunan toilet di sekolah-sekolah lainnya,” kata Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wowon Widaryat dalam Diskusi Sanitasi Sekolah yang diadakan bersama antara Radio Sindo Trijaya, Unicef dan Kemdikbud, di gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/16).

Selain Wowon, hadir juga Reza Hendrawan dari UNICEF, dan Ketua Tim Pembina UKS Kota Bandung, Susi Darsiti.

Menurut Wowon, diskusi tersebut diadakan dalam rangka mengkampanyekan Sanitasi Sekolah, penjaminan ketersediaan fasilitas air yang aman, jamban yang bersih dan berfungsi, sarana cuci tangan dengan sabun, dan pengelolaan sampah yang memadai di sekolah.

Menurut dia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan UNICEF melakukan diskusi yang mengangkat tema “Generasi Berkualitas dimulai dari Sanitasi Sekolah”.

Wowon mengatakan, berbeda dengan toilet sekolah yang biasanya diletakkan di belakang, gelap, kotor, airnya tidak mengalir dan bau, maka toilet yang dibangun sebagai percontohan ini diletakkan di depan sekolah, bersih dan airnya selalu tersedia, bahkan ruangannya lebih bagus daripada ruangan kelas.

“Karena diletakkan di depan sekolah, maka guru- guru pasti malu kalau toilet sekolah baunya sampai di kelas, sehingga selalu berusaha menjaga agar toilet sekolah selalu bersih,” katanya seraya menunjukkan kepada media foto bangunan yang akan sesang dibangun dengan menempatkan toilet dibagian depan dari bangunan sekolah.

“Kalau mau ijin anak mau ke toilet tidak lagi meminta ijin kebelakang tapi ijin kedepan (maksudnyanke toilet),” kata Wowon.

Menurut Wowon, pada 2017 pihaknya akan membangun 370 unit toilet sekolah, sehingga penyebaran dan pembiasaan kepada para siswa untuk membuang kotoran di tempat yang semestinya bisa sampai ke seluruh Indonesia.

“Di bangunan toilet tersebut dipisahkan antara toilet bagi wanita dan bagi lelaki. Selain itu ada juga toilet jongkok dan toilet duduk,” ujarnya.

Menurut dia, kemajuan suatu negara tercermin dari kebersihan toilet yang ada di tempat-tempat umum. Dengan membiasakan menggunakan toilet yang bersih sejak usia dini, dan kata dia, kebiasaan itu akan terbawa sampai dewasa.

Menurut Wowon, desain toilet tersebut dibuat oleh siswa SMK Bangunan yang membuat desain modern Abad ke-21.

“Siswa SMK Jurusan Bangunan itu juga kami minta mendesain lokal belajar sekolah yang tidak seperti selama ini yang bentuknya standar saja. Tapi mereka mendesain seperti gedung perkantoran, dengan warna-warna yang menarik, sehingga membuat siswa betah belajar di sekolah,” katanya.

Penulis: Benz
Editor: Hisar Sihotang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here